Eks Menkes Terawan Dipecat Permanen dari IDI, Ini 5 Kontroversinya Dulu

ADVERTISEMENT

Eks Menkes Terawan Dipecat Permanen dari IDI, Ini 5 Kontroversinya Dulu

Firdaus Anwar - detikHealth
Sabtu, 26 Mar 2022 11:58 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto
Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dikabarkan dipecat permanen dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kabar ini mencuat setelah akun Twitter milik epidemiolog Pandu Riono membagikan video dari Muktamar XXXI IDI dan telah dikonfirmasi oleh Ketua Panitia Muktamar dr Nasrul Musadir Alsa.

"Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya," kata dr Nasrul, Sabtu (26/3/2022).

Kabar ini jadi kelanjutan konflik panjang antara Terawan dengan IDI sejak tahun 2018 lalu. Sosok Terawan memang beberapa kali menjadi sorotan karena kontroversinya.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut 5 kontroversi yang pernah menyangkut nama Terawan:

1. Terapi Cuci Otak

'Cuci otak' adalah sebutan populer untuk terapi pasien stroke yang dilakukan Terawan dengan teknik digital subtraction angiography (DSA). IDI menilai terapi yang dilakukan dr Terawan belum teruji secara ilmiah karena DSA sebetulnya teknik diagnosis.

Majelis Kehormatan Etik Kedokteran pada bulan April 2018 menetapkan dr Terawan melakukan pelanggaran kode etik dengan sanksi pemecatan sementara. Namun, pada akhirnya sanksi etik berupa pencabutan izin praktik ditunda.

2. Penolakan Jadi Menkes

Sebelum menjabat sebagai menteri kesehatan, nama Terawan sempat beredar sebagai kandidat yang akan dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi). Belakangan terungkap penolakan dari IDI yang menyuarakan keberatannya lewat surat untuk Presiden Jokowi.

"Bila diperkenankan kami ingin menyarankan agar dari usulan calon-calon tersebut mohon kiranya Bapak Presiden tidak mengangkat Dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), sebagai Menteri Kesehatan," tulis surat dari IDI kala itu.

3. Vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara adalah sebutan untuk terapi antibodi yang diprakarsai Terawan untuk melawan COVID-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin ini belum lulus uji klinis karena berbagai alasan. Beberapa tokoh politik menunjukkan dukungan hingga akhirnya vaksin Nusantara dianggap sebagai terapi berbasis layanan kesehatan.

4. Pengajuan Nama Anggota KKI

Setelah Terawan menjadi menkes, konflik berlanjut terkait penunjukkan anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Terawan yang mengajukan nama-nama anggota KKI pada Presiden Jokowi dituding menyalahgunakan wewenang karena menulis anggota yang tidak direkomendasikan organisasi profesi.

"Menteri Kesehatan telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga patut diduga adanya penyalahgunaan wewenang," komentar perwakilan organisasi, Ugan Gandar, dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

5. Permen Pelayanan Radiologi

Hal lain yang juga sempat mengundang perbincangan adalah keputusan Terawan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelayanan Radiologi Klinik. Keputusan ini dinilai mengutamakan dokter spesialis radiologi.

Dalam aturan tersebut disinggung soal layanan radiologi, seperti USG, hanya boleh dilakukan oleh spesialis radiolog.

Salah satu dampaknya adalah dokter kandungan dan kebidanan dikhawatirkan tidak leluasa lagi melakukan USG pada ibu hamil. Demikian juga dokter jantung, harus melibatkan dokter spesialis radiologi saat hendak melakukan pemeriksaan echocardiography dan pengecekan pembuluh darah untuk memasang ring jantung.



Simak Video " Irma Chaniago Apresiasi Sikap Terawan yang Pilih Diam saat Dipecat IDI"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT