Ayah Gila Kerja Setelah Punya Bayi? Mungkin Ini Sebabnya

ADVERTISEMENT

Ayah Gila Kerja Setelah Punya Bayi? Mungkin Ini Sebabnya

Nada Celesta - detikHealth
Selasa, 29 Mar 2022 07:14 WIB
Jakarta -

Post-partum depression, atau depresi pasca melahirkan, adalah kondisi depresi sedang atau berat yang dialami seseorang setelah melahirkan bayi. Kondisi ini bisa bertahan hingga kurang lebih 1 tahun lamanya setelah proses kelahiran.

Pada umumnya, post-partum depression dianggap hanya bisa terjadi ke ibu saja. Ternyata, ayah juga bisa mengalami kondisi ini.

Hal-hal yang bisa meningkatkan risiko ayah terkena post-partum depression pun beragam. Mulai dari kelelahan mengurus bayi, hingga hubungan yang berubah dengan pasangan.

"Misalnya, kurang tidur, kurang istirahat, kan ceritanya bantuin si ibu, gitu misalnya. Kemudian misalnya terjadi perubahan hubungan dengan si pasangannya gitu, yang tadinya sebetulnya cukup mesra, bisa ngobrol. Tapi kemudian jadi sangat formal, kok jadi papa-mama, jadi aneh banget, misalnya," jelas Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog di acara e-Life detikcom.

Meski tidak disarankan untuk mendiagnosa sendiri, tetap penting untuk bisa mengidentifikasi beberapa tanda-tandanya. Post-partum depression, pada umumnya akan membuat yang mengalaminya menjadi lebih emosional. Hal ini wujudnya berbeda pada ibu dan ayah. Pada ayah, emosional dapat diartikan sebagai lebih mudah marah. Sedangkan pada ibu, emosional berarti lebih berwujud rasa sedih, kecewa, merasa bersalah, dan lain-lain.

Ayah bisa saja tidak menyadari bahwa ia mengalami post-partum depression. Kondisi ini membuat ayah bisa mencari pelarian di tempat kerja.

"Kadang, pada ayah, ada keinginan untuk bekerja lebih banyak. Dalam usaha melarikan diri, dalam tanda kutip, untuk tidak lagi terus-terusan mengurus bayi, misalnya," kata Psikolog yang akrab disapa Nina ini.

Selain itu, perubahan-perubahan drastis yang terjadi pada ayah setelah memiliki bayi juga perlu diperhatikan. Hal ini mencakup gejala fisik maupun psikis.

"Sering merasa kelelahan, konsentrasinya juga menurun, juga di pekerjaan juga seringkali mendapat masalah. Perubahan nafsu makan, kadang ada gejala fisik kayak kepalanya sakit, kerasa berat, pusing, badannya pegal-pegal, dan seringkali ada ledakan-ledakan amarah yang tidak bisa tertahankan, gitu," jelas Nina.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT