ADVERTISEMENT

Rabu, 30 Mar 2022 16:02 WIB

Kemenkes Buka-bukaan Soal Disetopnya Hibah Vaksin COVID Luar Negeri

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Kata Kemenkes RI soal vaksin COVID-19 hibah. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengungkap penyebab pemerintah bakal menyetop vaksin COVID-19 hibah luar negeri. Penyetopan skema bilateral maupun multilateral melalui COVAX Facility bakal dimulai per April 2022.

Menurut Kemenkes RI, vaksin COVID-19 hibah memiliki masa simpan jangka pendek. Alhasil, banyak stok vaksin COVID-19 yang tak terpakai hampir di setiap provinsi. Berdasarkan data hingga 25 Maret 2022, Jawa Tengah menjadi provinsi paling banyak melaporkan stok vaksin COVID-19 kedaluwarsa, lebih dari satu juta.

"Vaksin hibah umurnya pendek, itu yang menyebabkan makin lama angka expired (vaksin COVID-19) kita makin tinggi," terang Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan Dr dr Maxi Rein Rondonuwu dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (30/3/2022).

Vaksin AstraZeneca menjadi jenis vaksin COVID-19 yang paling banyak kedaluwarsa. Selain kurang peminat, masa simpan vaksin COVID-19 ini dari hasil hibah juga tercatat singkat.

"Jadi memang umur vaksin yang diberikan untuk kita terutama AstraZeneca, pendek. Yang kedua, AstraZeneca ini saya kira Bapak, Ibu, tahu banyak ditolak di daerah," terangnya.

"Hampir kalau kita kirim ke daerah itu ada yang bilang jangan dulu dikirim, menumpuk lagi di Bio Farma, karenanya percepatan vaksin itu sangat pelan," pungkas Maxi.



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT