Rabu, 30 Mar 2022 17:30 WIB

Ternyata Ini Alasan Banyak Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan Dr dr Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca paling banyak yang kedaluwarsa.

Dalam pemaparannya, Maxi menyebut vaksin expired date (ED) atau kedaluwarsa paling banyak terjadi di Jawa Tengah sebanyak 1,1 juta lebih.

"Vaksin expired paling banyak dari jenis AstraZeneca, kemudian dari jumlah total paling banyak berada di Jawa Tengah ada 1,1 juta lebih, Jawa Timur 800 ribu dan Jawa Barat 743 ribu, jadi hampir semua provinsi paling banyak expired dan paling banyak," tutur dia dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Rabu (30/3/2022).

Pada kesempatan yang sama, Maxi juga mengungkap alasan banyaknya vaksin AstraZeneca yang kedaluwarsa. Maxi mengatakan umur dari vaksin hibah, terutama AstraZeneca pendek.

"Yang pertama memang ya terus terang vaksin hibah umurnya pendek. Itu yang saya kira makin lama angka ED kita makin tinggi. Jadi, memang umur vaksin yang diberikan ke kita, terutama AstraZeneca pendek," beber Maxi.

Selain itu, Maxi menjabarkan alasan lainnya yang membuat vaksin AstraZeneca banyak yang kedaluwarsa. Itu karena vaksin COVID-19 jenis ini banyak ditolak di banyak daerah.

"Kedua, AstraZeneca ini saya kira bukan rahasia lagi, banyak ditolak di daerah," kata Maxi.

"Kalau kita kirim ke daerah, itu ada yang bilang 'jangan dulu dikirim'. Sehingga, menumpuk lagi di Bio Farma, karena daerah itu merasa percepatan aset itu sangat pelan," tuturnya.

(sao/naf)