ADVERTISEMENT

Kamis, 31 Mar 2022 05:45 WIB

Awas! Nyeri Haid Tak Wajar Bisa Jadi Tanda Penyakit Endometriosis

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Beautiful girl is having severe stomach pain while traveling. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Nyeri haid atau dismenore umumnya dialami oleh setiap wanita selama menstruasi. Penyebab nyeri pun bermacam-macam, namun perlu diwaspadai apabila nyeri haid yang dirasakan sangat tak tertahankan dan tak kunjung hilang.

Pasalnya, hal tersebut bisa menandakan adanya penyakit atau gangguan tertentu, salah satunya endometriosis. Lantas, apa sih itu endometriosis?

Endometriosis merupakan penyakit akibat adanya jaringan yang membentuk lapisan dalam rahim dan juga tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri haid hingga panggul.

"Endometriosis itu penyakit akibat adanya jaringan yang mirip di dalam rahim yang berada di luar rahim. Biasanya dikaitkan dengan nyeri haid, nyeri panggul, dan sulit hamil," tutur dr Achmad Kemal Harzif, SpOG(K), dari Divisi Kesehatan Reproduksi Departemen OBGYN FKUI-RSCM.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2021, prevalensi endometriosis diidap oleh hampir 10 persen dari 190 juta wanita usia reproduktif di seluruh dunia.

"Jadi, kita bisa ekspektasi kasus di Indonesia juga cukup banyak karena populasi kita besar," lanjut dr Achmad.

Adapun gejala endometriosis berupa nyeri, seperti:

  • Nyeri saat haid
  • Nyeri di luar haid
  • Nyeri saat bersenggama
  • Nyeri saat buang air besar
  • Nyeri saat buang air kecil

"Gejalanya yang paling banyak adalah nyeri haid, di atas 60 persen. Dan nyerinya ini progresif, makin lama-makin meningkat (berat) nyerinya," kata Prof Dr dr Wiryawan Permadi, SpOG(K), Ketua Himpunan Endokrinologi Reproduksi dan Fertilitas Indonesia (HIFERI).

Meskipun demikian, tak semua wanita pengidap endometriosis mengalami gejala nyeri. Pasalnya, sekitar 10,7 persen tidak mengalami gejala nyeri.

Itu mengapa dr Achmad mengimbau agar masyarakat tidak meremehkan nyeri haid, terutama nyeri yang berkepanjangan. Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, segera mengunjungi dokter untuk diperiksa dan diobati. Pasalnya, kondisi seperti ini membuat wanita lebih sulit untuk hamil daripada wanita yang tak mengidap endometriosis.

"Jangan meremehkan nyeri. Sering sekali disebut kalau memang itu biasa nyeri haid. Disuruh segera menikah dan mempunyai anak. Padahal belum tentu itu semua menyelesaikan masalah," kata dr Achmad.



Simak Video "Wanita Menstruasi Aman dari Gagal Jantung, Benarkah? "
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT