Senin, 04 Apr 2022 11:46 WIB

Apakah Ibu Hamil Boleh Vaksin Booster? Begini Aturannya di RI

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sejumlah ibu hamil mendapat vaksin COVID-19 Pfizer di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (23/8/2021). Begini ekspresi mereka saat disuntik vaksin. Apakah ibu hamil boleh vaksin booster? (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Apakah ibu hamil boleh vaksin booster? Pertanyaan ini kerap ditanyakan karena sebelum mendaftar vaksin booster, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan. Pemerintah pun juga menerapkan sejumlah aturan vaksin booster atau dosis ketiga terhadap ibu hamil agar sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Sebagaimana diketahui, vaksin booster telah dikick-off sejak Rabu, 12 Januari 2022. Adapun target sasarannya adalah:

  • Masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas
  • Sudah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2)
  • Diprioritaskan untuk lansia (lanjut usia) dan komorbid

Lantas, apakah ibu hamil boleh vaksin booster? Simak informasinya berikut ini.

Apakah Ibu Hamil Boleh Vaksin Booster? Ini Penjelasannya

Wanita hamil memiliki peningkatan risiko menjadi berat apabila terinfeksi COVID-19, khususnya bagi yang mengidap komorbid. Dengan mempertimbangkan tingginya jumlah ibu hamil yang terinfeksi dan risiko pemburukan gejala yang bisa berdampak pada kehamilan dan bayi, maka diperlukan pemberian vaksinasi COVID-19, termasuk booster.

Upaya pemberian vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil tersebut juga telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Terkait apakah ibu hamil boleh vaksin booster atau tidak juga sudah tercantum dalam Surat Edaran kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

"Bagi ibu hamil, penggunaan vaksin mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVI0-19," tulis Kemenkes dalam siaran pers, Kamis (13/1/2022).

Apakah Ibu Hamil Boleh Vaksin Booster? Ini Jenis Vaksinnya

Mengacu pada Mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.01/1/2007/2021, jenis vaksin yang bisa digunakan untuk ibu hamil adalah vaksin dengan platform mRNA, yakni:

  • Pfizer
  • Moderna

Apakah Ibu Hamil Boleh vaksin Booster? Ini Tahapan Skriningnya

Selain tahu informasi apakah ibu hamil boleh vaksin booster atau tidak, tentu juga perlu tahu syarat yang berlaku. Masih sesuai Surat Edaran Nomor HK.02.01/1/2007/2021, berikut syarat booster untuk ibu hamil.

  • Vaksin yang dapat digunakan untuk ibu hamil ini adalah vaksin COVID-19 platform mRNA Pfizer dan Moderna.
  • Vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan dan dengan menggunakan format skrining pada kartu kendali untuk ibu hamil.
  • Usia kandungan sudah harus memasuki trimester kedua atau sekitar 13 minggu.
  • Ibu hamil sudah mendapatkan vaksinasi dosis 1 dan 2 secara lengkap.
  • Tekanan darah di bawah 140/90 mmHg.
  • Tidak memiliki keluhan, seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan pandangan kabur.
  • Tidak memiliki penyakit bawaan, seperti jantung, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal, dan penyakit hati.
  • Suhu di bawah 37,5 celsius
  • Tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun,produk darah/transfusi, kemoterapi, dan kortikosteroid.
  • Tidak pernah terkonfirmasi COVID-19. Apabila pernah mengalami, vaksin ditunda sampai 3 bulan setelah sembuh.

Jadi, bagi masyarakat yang masih bingung apakah ibu hamil boleh vaksin booster? Jawabannya boleh. Namun, tetap dipertimbangkan sesuai dengan kondisinya, jadi tidak asal suntik.



Simak Video "Kemenkes Ungkap Kemungkinan Ibu Hamil Dapat Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)