Gejala Varian Baru Corona 'XE', Mirip Omicron atau Lebih Berat?

ADVERTISEMENT

Gejala Varian Baru Corona 'XE', Mirip Omicron atau Lebih Berat?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 04 Apr 2022 12:30 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Ilustrasi gejala varian XE, rekombinan varian Omicron BA.1 dan BA.2. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan temuan varian Corona baru, yakni varian XE yang merupakan rekombinan varian Omicron BA.1 dan BA.2. Varian baru tersebut disorot lantaran dikhawatirkan memiliki kemampuan menular yang tinggi dan berisiko memicu gelombang baru COVID-19.

Hingga kini, sejumlah peneliti menyebut varian XE 10 kali lebih mudah menular dibandingkan varian Corona sebelumnya. Varian XE pertama kali terdeteksi di Inggris pada 19 Januari 2022, diyakini menjadi varian paling dominan saat ini dan bertanggung jawab atas sekitar 86 persen kasus COVID-19 baru-baru ini.

Menurut klasifikasi WHO, varian baru ini masih dipelajari lebih lanjut dan akan terus dikategorikan sebagai bagian dari varian Omicron. Mengingat, tingginya transmibilitas tak menjamin subvarian baru akan menjadi varian Corona paling dominan dan memicu gelombang COVID-19.

Apa gejalanya?

Dikutip dari The Economic Times, varian terbaru ini tak terpantau memicu gejala yang lebih parah. Akan tetapi, menular dengan cepat. Beberapa gejala awal infeksi varian XE sejauh diketahui berupa:

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Demam

Akan tetapi, gejala paling umum dari infeksi virus Corona seperti hilangnya kemampuan mencium dan mengecap rasa jarang ditemukan pada pasien COVID-19 varian Omicron.

Di samping itu, terdapat laporan gejala gastrointestinal pada pasien COVID-19 varian Omicron seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT