Selasa, 05 Apr 2022 13:32 WIB

Mensos Risma Positif COVID, Seberapa Besar Risiko Infeksi pada Pengidap Asma?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberikan keterangan pers di Kantor Kementrian Sosial, Jakarta, Kamis (18/11/2021). Mensos Risma mengungkapkan, sebanyak 31.624 aparatur sipil negara (ASN) terinidikasi menerima bantuan sosial (bansos). Risma mendapatkan data ini setelah Kementerian Sosial melakukan verifikasi data penerima bansos. Mensos Tri Rismaharini positif COVID-19. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini positif terinfeksi virus Corona. Kabar ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Harry Hikmat dalam acara Rakornas.

Harry mengatakan Risma terpapar COVID-19 setelah mengikuti acara yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi. Ia juga mengungkapkan Risma sempat mengalami asma, namun kondisinya kini terus membaik.

"Sebelum weekend sepulang dari Riyadh. Baru mulai tanggal 2 April ya. Di sana akan ngurus TKW juga yang akan dipulangkan," kata Harry di Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2022).

"Beliau ada asma sebelumnya, sekarang membaik," bebernya.

Diketahui, pada tahun 2019 lalu Risma didiagnosis mengidap asma akut. Setelah mendapatkan perawatan intensif di RSU dr Soetomo saat itu, kondisinya semakin membaik.

Seberapa besar risiko COVID-19 pada penderita asma?

Menanggapi ini, Dokter spesialis penyakit dalam Dr dr Arto Yuwono Soeroto, SpPD, KP, FCCP, FINASIM, dari PB Perhimpunan Respirologi Indonesia (PERPARI) menyebut riwayat asma berpotensi menyebabkan gejala berat pada pasien COVID-19. Namun, kondisinya tidak perlu dikhawatirkan selama penyakit asma itu bisa dikontrol dengan baik.

"Ketika asma terkontrol dengan baik, artinya terkendali dengan baik dengan pengobatan yang maju sekarang ini nggak ada keluhan, sesak, batuk, bengek (mengi) maka asma yang seperti itu tidak meningkatkan risiko tertular COVID-19. Kalau sudah dapat COVID juga tidak menyebabkan COVID lebih berat," terangnya dalam diskusi daring beberapa waktu lalu.

"Tapi sebaliknya, kalau asma tidak terkendali dengan baik, tidak berobat, tidak dengan benar jadi asmanya sering sekali timbul maka itu jadi berpengaruh terhadap beratnya penyakit dan kerentanan penyakitnya," lanjutnya.

Meski begitu, risiko gejala berat COVID-19 pada penderita asma bisa diminimalkan. Pengidap asma bisa melakukan perlindungan diri di tengah pandemi COVID-19.

Bagaimana caranya?

Caranya, mulai dari menghindari pemicu asma seperti debu dan makanan tertentu, hingga rutin berobat. Jika dilakukan dengan baik, penderita asma bisa terlindungi dari infeksi COVID-19.

"Message-nya, penderita asma di era pandemi harus betul-betul mengelola asma dengan baik dan benar supaya tidak menjadi lebih rentan menderita COVID-19 dan tidak mendapat COVID yang berat," kata Dr Arto.



Simak Video "Mensos Risma Beri Kado Akhir Tahun untuk Balita Penderita Hidrosefalus"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)