Selasa, 05 Apr 2022 21:25 WIB

Kemenkes Pastikan RI Belum Temukan Varian XE yang Disebut Paling Menular

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Omicron di Indonesia. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Publik kembali dihebohkan dengan kemunculan varian baru Corona, kali ini rekombinan BA.1 dan BA.2 yang disebut varian 'XE'. Varian XE ditemukan pertama kali di Inggris pertengahan Januari 2022, tetapi sejauh ini belum ada data klinis lebih jauh terkait varian XE kecuali tingkat penularan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian XE memiliki penularan 10 persen lebih cepat ketimbang Corona BA.2, menjadikan varian paling menular di dunia sejauh ini. Meski sudah ditemukan di negara tetangga Indonesia seperti Thailand, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengkonfirmasi varian XE belum ditemukan.

"Sampai saat ini belum ditemukan ya," jelas dia melalui pesan singkat kepada detikcom Selasa (5/4/2022).

dr Nadia belum menjelaskan lebih lanjut apakah varian XE menjadi ancaman baru bagi pemerintah di tengah pelonggaran pembatasan COVID-19 lantaran Omicron tiga pekan belakangan cenderung terkendali.

Bagaimana Gejala Varian XE?

Dikutip dari The Economic Times, varian XE konon tak memicu gejala COVID-19 berat dan cenderung memiliki keluhan yang sama dengan pasien COVID-19 sebelumnya, khususnya Omicron.

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Demam

Meski begitu, pasien Omicron jarang kali melaporkan anosmia atau gangguan kehilangan indra penciuman dan perasa. Sementara gejala COVID-19 gastrointestinal lebih banyak dilaporkan pada pasien Omicron seperti diare, mual, muntah, dan sakit perut.



Simak Video "Heboh Varian Baru XE, WHO Sebut Lebih Menular Dibanding Omicron BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)