Meski Sudah Lama Sembuh, Risiko Pembekuan Darah Bisa Dialami Penyintas COVID-19

ADVERTISEMENT

Meski Sudah Lama Sembuh, Risiko Pembekuan Darah Bisa Dialami Penyintas COVID-19

Tasya Kania Azzahra - detikHealth
Sabtu, 09 Apr 2022 18:44 WIB
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient
Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Peneliti Swedia menganalisis data nasional dari lebih satu juta orang dan menemukan bahwa peningkatan risiko pembekuan darah di kaki dan paru-paru pada penyintas COVID-19 dapat berlangsung hingga enam bulan setelah terinfeksi.

"Risiko trombosis vena dalam dan emboli paru bertahan setidaknya enam bulan setelah infeksi," ucap Richard Becker, profesor dan direktur UC Heart, Lung and Vascular Institute.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Medicine (BMJ), peneliti melihat peningkatan lima kali lipat risiko pembukaan darah di vena dalam terutama kaki, 33 kali lipat risiko pembukaan darah di paru-paru, dan dua kali lipat risiko perdarahan.

Risiko ini juga meningkat selama 70 hari setelah infeksi COVID-19 untuk pembekuan darah di vena dalam, 110 hari untuk pembekuan darah di paru-paru, dan risiko pendarahan akan meningkat dua bulan setelah terinfeksi.

"Keparahan infeksi dan profil risiko di antara para penyintas COVID-19 membantu mengidentifikasi orang yang paling mungkin mengalami pembekuan darah di vena dalam setelah keluar dari rumah sakit," kata Becker.

Risiko pembekuan darah juga paling besar terjadi saat gelombang pertama pandemi dan mereka yang mengalami riwayat penyakit lain.

Risiko pembekuan darah terutama pembuluh vena dalam dapat meningkatkan risiko kematian.

"Ini dapat menyebabkan tekanan besar pada jantung dan mengancam nyawa," ucap dr Daniella Kadian Dodov, spesialis kedokteran vaskular di Mount Sinai Heart, New York.

dr Kadian menjelaskan pengobatan dengan obat pengencer darah dapat menghentikan proses pembekuan darah dan memecah gumpalannya. Namun, dalam beberapa kasus, jejak pembekuan darah tidak akan sepenuhnya menghilang.

Menurutnya vaksinasi COVID-19 juga menjadi perlindungan terkuat terhadap konsekuensi terkait infeksi COVID-19.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT