ADVERTISEMENT

Selasa, 12 Apr 2022 05:00 WIB

Balas Tudingan IDI 'Jegal' Terawan, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Kecam DPR

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menkes Terawan terus memantau kondisi 2 WNI yang positif virus corona. Kondisi kedua orang itu pun dilaporkan cukup baik. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) buka suara soal kasus 'pemecatan' Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mereka menegaskan mendukung penuh putusan Majelis Etik Kedokteran (MKEK-IDI) dan mengecam intervensi DPR.

ISMKI menyayangkan tudingan DPR kepada IDI soal 'menjegal' mantan Menteri Kesehatan tersebut dengan dalih tak menjalankan fungsi menyejahterakan anggota. Karenanya, ada empat poin yang disorot ISMKI dalam pernyataan resmi mereka bersama aliansi Fakultas Kedokteran se-Indonesia:

1. Mendukung penuh segala upaya penegakan kode etik kedokteran oleh MKEK IDI sesuai prosedur yang berlaku sebagai tanggung jawab organisasi profesi.

2. Mengecam keras upaya DPR dan Pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap penanganan kasus etik Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K).

3. Mendesak DPR dan Pemerintah untuk tidak melakukan segala bentuk intervensi apapun terhadap penyelesaian kasus Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) yang merupakan urusan internal profesi.

4. Mendorong dokter-dokter Indonesia untuk mengikuti kaidah Evidence-Based Medicine (EBM) demi menjamin keselamatan pasien.

Polemik Terawan bermula dari metode 'cuci otak' yang dinilai belum memiliki bukti ilmiah. Terawan disebut melakukan pelanggaran etik berat dan disertasi-nya terkait metode 'cuci otak' dinilai lemah.

Namun, DPR bersikeras menganggap 'pengobatan' Terawan tersebut memenuhi standar sebagaimana mestinya.

"Metode Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dilakukannya (Terawan) dianggap (oleh DPR) sudah memenuhi prosedur dengan mempertinggi derajat ilmu kesehatan, dan bahkan terdapat pemberian stereotip 'kadrun' kepada ketua IDI," beber ISMKI, menyayangkan tuduhan yang dinilai tak berdasar tersebut, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikcom Senin (11/4/2022).

Lihat Video: Buntut Polemik IDI, DPR Buka Kemungkinan Revisi UU Praktik Kedokteran

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT