Selasa, 12 Apr 2022 06:15 WIB

Satgas IDI Ingatkan Jangan Jumawa Tren Corona RI Rendah, Kenapa?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Satgas IDI ingatkan jangan jumawa tren kasus Corona di Indonesia rendah, ini sebabnya. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia mengingatkan masyarakat untuk tak jumawa di tengah penurunan kasus Corona yang signifikan. Catatan Worldometers menunjukkan kasus mingguan Indonesia berada di posisi ke-38 dunia dengan menyumbang 12.726.

"Kita jangan jumawa di tengah jumlah kasus yang rendah, pembatasan dilonggarkan, dan Ramadan seperti sebelum pandemi. Tetap pakai masker dan rajin cuci tangan," terang Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Selasa (12/4/2022).

Ia juga meminta publik tetap berhati-hati dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Prof Zubairi menekankan perlu adanya kehati-hatian melihat perkembangan kasus COVID-19.

"Tetap perlu kehati-hatian mencermati tren menurun ini, termasuk angka kematian. Semoga ini adalah pertanda bagus untuk kita semua menjelang Lebaran," lanjut dia.

Menurutnya, beberapa negara yang mulai melonggarkan pembatasan COVID-19 besar-besaran kini kembali menghadapi kenaikan jumlah kasus mingguan. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bagi Indonesia agar tidak terjadi hal serupa.

"Ada baiknya kita tetap waspada dan mencermati negara-negara berstatus endemi, yang kasus mingguannya melonjak tinggi," pungkas Prof Zubairi.

Tren kasus COVID-19 sepekan terakhir terus menunjukkan penurunan. Begini riwayat perkembangan kasus COVID-19 seminggu terakhir:

  • 5 April: Bertambah 2.282 kasus baru dari 152.422 spesimen yang diperiksa
  • 6 April: Bertambah 2.400 kasus baru dari 145.722 speimen yang diperiksa
  • 7 April: Bertambah 2.089 kasus baru dari 129.741 spesimen yang diperiksa
  • 8 April: Bertambah 1.755 kasus baru dari 130.419 spesimen yang diperiksa
  • 9 April: Bertambah 1.468 kasus baru dari 121.806 spesimen yang diperiksa
  • 10 April: Bertambah 1.071 kasus baru dari 102.152 spesimen yang diperiksa
  • 11 April: Bertambah 1.196 kasus baru dari 129.600 spesimen yang diperiksa

Simak juga 'Selama Ramadan, Tren Covid-19 di Indonesia Terus Turun':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)