Selasa, 12 Apr 2022 17:07 WIB

Tips Menolak Halus Ajakan Bercinta di Bulan Puasa

Nada Celesta - detikHealth
Jakarta -

Tak banyak waktu untuk berhubungan seks di bulan puasa. Umumnya, pasangan baru bisa melakukannya di malam hari, setelah salat tarawih hingga sebelum masuk waktu sahur.

Perubahan ini tentu juga berpengaruh pada frekuensi dan durasi bercinta. Maka, jika akhirnya ada waktu yang bisa digunakan, tentu hati ingin memanfaatkannya dengan baik. Namun, jika di waktu yang terbatas ini diri sedang tidak dalam suasana hati yang mendukung untuk berhubungan seksual, terkadang ada rasa sungkan untuk menolak ajakan pasangan. Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, ini bisa jadi masalah tersendiri dalam hubungan.

Seksolog Klinis, Zoya Amirin, M.Psi., FIAS menyarankan komunikasi asertif untuk mengatasi persoalan tersebut. Gaya komunikasi ini memungkinkan pasangan untuk menyampaikan apa yang diinginkan dan dirasakan, namun tetap menghargai hak dan perasaan satu sama lain.

Mengaplikasikan komunikasi asertif pada pasangan untuk menolak ajakan bercinta ternyata lebih dari sekadar minta maaf dan menolak. Ada aspek apresiasi hingga penawaran solusi yang juga perlu diperhatikan.

"Jadi jangan minta maaf dulu. Bilang makasih dulu. Ini secara psikologis penting lho, memberikan apresiasi. 'Makasih ya Yang, kamu kepengin berhubungan seks. Kamu berarti melihat saya menarik.' Ini akan membuat pasangan jadi merasa diakui dulu perasaannya. Dan dia tidak di-dismiss, tapi justru di-accept," jelas Zoya di acara e-Life detikcom.

"Kalaupun misalnya sanggup banget coba, kalau misalnya sanggup, coba untuk, 'Yang, gimana ya? Aku lagi, aku bingung. Aku juga sebenarnya kepengin, tapi nggak ada hasratnya. Bolehkah kalau aku nanti, begitu aku kepengin, aku yang akan inisiatif duluan ke kamu? Boleh nggak, sekarang kita pelukan aja? Atau mau pijitin?'" lanjutnya.

Hubungan seks sejatinya juga tentang menumbuhkan koneksi dengan pasangan. Sehingga, kedua pihak harus merasa sama-sama senang, nyaman, dan tidak menyakiti satu sama lain, bahkan saat sedang menolak ajakan bercinta.

"Assertiveness itu artinya stand for your rights without hurting others. Saya berhak untuk bercinta dan tidak bercinta, gitu. Saya berhak untuk merasa nggak kepengin, gitu. Tapi, bagaimana ketika saya tidak ingin, saya tidak menyakiti hati orang lain. Terutama pasangan saya," tutur Zoya.

(mjt/mjt)