Selasa, 12 Apr 2022 20:35 WIB

Round Up

Ade Armando Perdarahan Otak Belakang Usai Dikeroyok, Ini Risiko Bahayanya

Firdaus Anwar - detikHealth
Rektor UI Jenguk Ade Armando. Rektor UI Ari Kuncoro menjenguk Ade Armando. (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta -

Dosen Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando, tengah dirawat usai mengalami pengeroyokan dalam aksi demo 11 April di depan gedung DPR. Ade dikabarkan mengalami cedera perdarahan di bagian otak belakang.

"Saya langsung nemenin beliau (Ade) ketika dokternya itu menjelaskan. Hasil CT scan tadi malam itu menunjukkan Bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang," kata sahabat Ade Armando, Nong Darol Mahmada, saat ditemui di RS Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2022).

Perdarahan di bagian otak akibat trauma berisiko menimbulkan gangguan pada fungsi otak atau bagian tubuh lainnya.

Spesialis saraf dr Irawaty Hawari, SpS, dari RS Permata Cibubur mengatakan bahaya akibat perdarahan di otak bagian belakang akan bergantung dari lokasi dan keparahannya. Hal yang paling berisiko adalah pada saraf mata dan pusat keseimbangan.

"Area belakang itu lokasi pusat penglihatan atau keseimbangan. Akan mengganggu area saraf di bagian tersebut," jelas dr Irawaty kepada detikcom.

"Kalau di area belakang akan diperiksa untuk keseimbangannya kemudian gangguan lapang pandangnya atau penglihatannya," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), dr Mursyid Bustami, SpS(K), KIC, MARS, menjelaskan pasien yang mengalami perdarahan di otak mungkin saja membutuhkan operasi. Risiko yang paling fatal bila perdarahannya parah adalah meninggal dunia.

"Kalau perdarahan ringan akan sembuh seperti sediakala. Namun butuh waktu untuk penyerapan bekuan darah yang terjadi. Kalau pada perdarahan yang sangat parah tentu bisa saja meninggal dunia," terang dr Mursyid.



Simak Video "Kenali Hubungan Hipertensi dan Pendarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)