ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Apr 2022 08:02 WIB

Ingat! Antibodi Tak Langsung Terbentuk, Ini Waktu Terbaik Booster Sebelum Mudik

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemudik arus balik padati Stasiun Pasar Senen usai larangan mudik Lebaran berakhir. Mereka yang sebelumnya mudik ke kampung halaman kini kembali ke perantauan. Ilustrasi mudik Lebaran. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk segera divaksinasi COVID-19 booster jelang mudik Lebaran 2022. Pasalnya, antibodi atau kekebalan pasca vaksinasi tak langsung terbentuk.

Butuh waktu satu hingga dua minggu pasca vaksinasi COVID-19 booster agar antibodi terbentuk. Karenanya, Kemenkes meminta masyarakat untuk berpikir ulang jika merencanakan vaksinasi booster di waktu-waktu dekat sebelum keberangkatan atau bahkan hari H mudik.

"Kita mengimbau kepada masyarakat kalau kita mau mudik nyaman dan aman hendaknya segera vaksin booster, jangan dipaksain vaksinasi booster pada saat mudik sehingga menghindari penumpukan keramaian di tempat vaksin," katanya pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (12/4).

Meski begitu, pemerintah menyediakan pos layanan vaksinasi booster di beberapa jalur mudik demi mempermudah publik mengakses lokasi vaksin COVID-19. Jumlah vaksin yang disediakan per hari diperkirakan mencapai 1.000 dosis di pos-pos besar, sementara posko kecil diestimasi menyiapkan 150 sampai 300 dosis.

Tidak usah khawatir, bagi pemudik yang nantinya mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bakal disediakan ambulans di setiap pos vaksinasi, khusus untuk mereka yang mengalami KIPI berat.

"Jadi akan ada ambulans yang standby yang nanti akan membawa kalau memang ada kasus KIPI yang tentunya sesuai kriteria butuh perawatan di rumah sakit. Tapi kalau KIPI nya ringan cukup dengan minum pereda nyeri seperti paracetamol," tambahnya.

Saksikan juga Blak-blakan Ismail Fahmi, DroneEmprite : "Big Data Luhut Tidak Masuk Akal"

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT