Sabtu, 16 Apr 2022 18:30 WIB

Kemenkes Klaim PeduliLindungi Efektif Bikin COVID-19 RI Lebih Rendah dari Negara Maju

Vidya Pinandhita - detikHealth
Aplikasi PeduliLindungi di mal Foto: Putu Intan/detikcom
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut aplikasi PeduliLindungi efektif menekan penyebaran varian Delta dan Omicron di Indonesia. Mengingat, sepanjang 2021-2022, PeduliLindungi telah mencatat 3.733.067 orang dengan status merah memasuki ruang publik.

Di samping itu, PeduliLindungi juga telah mencegat sebanyak 538.659 berstatus hitam atau dalam kondisi positif COVID-19 untuk melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

"PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan COVID-19 di Indonesia dibanding negara tetangga dan bahkan negara maju," ujar juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Sabtu (16/4/2022).

"Aplikasi ini memiliki peran yang besar dalam menekan laju penularan saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, dr Nadia membantah tuduhan bahwa bahwa aplikasi PeduliLindungi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Kemenkes menyebut, seluruh fitur PeduliLindungi beroperasi dalam kerangka kerja keamanan data yang disebut Data Ownership and Stewardship.

Persetujuan (consent) dari pengguna telah menjadi layer dalam setiap transaksi pertukaran data, tak lain pada fitur check in di area publik, akses pada perangkat, perekaman geolokasi, dan penghapusan history penggunaan.

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar. Marilah kita secara seksama membaca laporan asli dari US State Department. Laporan tersebut tidak menuduh penggunaan aplikasi ini melanggar HAM," beber dr Nadia.

"Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran," pungkasnya.

Simak video 'Tangkisan RI Terkait Sorotan PeduliLindungi Diduga Langgar HAM':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/kna)