ADVERTISEMENT

Senin, 18 Apr 2022 16:34 WIB

AS Izinkan Tes COVID-19 Napas, Mirip GeNose?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengembangkan tes COVID-19 yang menguji sampel napas. Teknologi ini juga telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

"Otorisasi hari ini mengumumkan contoh lain dari inovasi cepat yang terjadi dengan tes diagnostik untuk COVID-19," kata direktur Pusat Perangkat dan Kesehatan Radiologi FDA, Jeff Shuren, yang dikutip dari laman resmi FDA, Senin (18/4/2022).

"FDA terus mendukung pengembangan tes COVID-19 baru dengan tujuan memajukan teknologi yang dapat membantu mengatasi pandemi saat ini, serta menempatkan AS dengan lebih baik untuk keadaan darurat kesehatan masyarakat berikutnya," lanjutnya.

Alat tes COVID-19 itu bernama InspectIR Covid-19 Breatalyzer, yang telah diuji dalam penelitian yang melibatkan 2.409 peserta. Peserta dalam pengujian tersebut terdiri dari pasien COVID-19 bergejala dan pasien tanpa gejala.

Untuk bisa menggunakannya, FDA memberikan sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Misalnya seperti tempat tes COVID-19 itu dilakukan di lingkungan spesimen pasien dikumpulkan dan dianalisis. Ini bisa dilakukan di rumah sakit, di kantor dokter, dan tempat mobile testing.

Selain itu, tes COVID-19 melalui pernapasan ini bisa dilakukan oleh operator terlatih dengan kualifikasi di bawah penyedia layanan kesehatan yang berizin. Tes COVID-19 itu juga bisa berasal dari penyedia yang memiliki wewenang untuk meresepkan tes dan bisa menjelaskan hasil tes dalam waktu kurang dari tiga menit.

Tingkat Sensitivitas

Berdasarkan studi, tingkat sensitivitas tes COVID-19 ini mencapai 91,2 persen (persentase sampel positif yang diidentifikasi dengan benar oleh tes). Sementara tingkat spesivitas mencapai 99,3 persen (persentase sampel negatif yang diidentifikasi dengan benar).

Cara Kerja

InspectIR Covid-19 Breatalyzer bekerja menggunakan teknik kromatografi gas spektrometri massa gas (GC-MS). Alat ini bekerja dengan memisahkan dan mengidentifikasi campuran kimia dan bisa dengan cepat mendeteksi lima Senyawa Organik Volatil atau VOC terkait SARS-CoV-E dari napas yang dihembuskan.

Ketika alat ini mendeteksi adanya VoC atau COVID-19, hasil tesnya harus dikonfirmasi dengan tes molekuler. Jika hasil tes negatif, akan dipertimbangkan pada konteks paparan ke pasien baru-baru ini, riwayat, serta tanda dan gejala klinis yang terkait COVID-19 karena tidak mengesampingkan virus.

Meski begitu, tes InspectIR Covid-19 Breatalyzer tidak bisa dijadikan satu-satunya tes COVID-19. Tes ini juga tidak bisa menjadi dasar diagnosis pasien, termasuk terkait mengontrol infeksi.

Mirip GeNose?

Sebelumnya, Indonesia juga sempat menggunakan alat tes COVID-19 pernapasan yang disebut GeNose. Alat ini dikembangkan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Cara kerja GeNose ini hampir mirip dengan InspectIR, yaitu mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terkait dengan COVID-19. Alat ini disebut memiliki sensitivitas sebesar 92 persen.



Simak Video "Terbaru! Ada Rapid Test Pendeteksi Covid-19 dan Flu Sekaligus"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT