ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Apr 2022 07:35 WIB

Fakta Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks yang Bakal Diwajibkan Menkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Prevalensi kanker serviks di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat kasus kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Melihat hal tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin bakal menambahkan vaksinasi wajib untuk mencegah kanker serviks.

"Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer, serviks ada vaksinnya," beber Menkes dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa, Minggu (18/4/2022).

Berikut fakta-fakta vaksin HPV dikutip detikcom dari berbagai sumber.

Vaksin HPV

Mencegah Kanker Serviks

Pemberian vaksin HPV dilakukan untuk mencegah wanita terserang infeksi virus human papillomavirus (HPV). Virus ini adalah penyebab utama terjadinya kanker serviks pada wanita dan kutil kelamin pada pria maupun wanita.

Kelompok Penasihat Strategis WHO untuk Imunisasi (SAGE) melaporkan pemberian vaksin HPV satu dosis terbukti manjur mencegah risiko kanker serviks, sebanding dengan pemberian dua dan tiga dosis.

Kapan Diberikan?

Vaksin HPV dapat diberikan pada semua perempuan usia 12 tahun ke atas, terutama mereka yg belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan 3 kali tanpa perlu skrining apapun. Proteksi terhadap infeksi HPV sangat efektif apabila diberikan pada fase ini.

Tidak Menyebabkan Kemandulan

Isu vaksin HPV menyebabkan kemandulan atau menopause dini adalah hoaks. Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan kejadian Premature Ovarian Failure (POF) atau menopause dini dengan penggunaan vaksin HPV.

(kna/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama
Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama Selengkapnya