Jumat, 22 Apr 2022 07:05 WIB

Cerita Calon Dokter Saraf Alih Profesi Jadi Stripper OnlyFans, Malah Lebih Kaya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi pole dance Ilustrasi polo dancer. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Seorang wanita meninggalkan karir yang menjanjikan sebagai ahli saraf untuk menjadi penari tiang atau polo dancer dan stripper. Kini ia menghasilkan lebih banyak uang daripada orang tuanya.

Marcedes Valentine lulus dari universitas dengan gelar ilmu saraf dan awalnya berkeinginan untuk mengikuti jejak orang tuanya sebagai dokter dan memiliki pendapatan gabungan sebesar 260 ribu dolar AS atau sekitar Rp 3,7 miliar per tahun.

Namun, ia akhirnya tidak menjadi dokter saraf seperti pilihan awalnya. Gadis berusia 21 tahun ini memutuskan mengganti karir sebagai pole dancer.

"Kedua orang tua saya adalah dokter dan mereka tahu apa yang saya lakukan, tetapi ayah saya tidak dapat memaksa dirinya untuk mengatakan pekerjaan saya adalah 'pole dancer'" kata Valentine dikutip NYPost dari Jam Press.

Valentine didiagnosis dengan sindrom Ehlers-Danlos ketika dia berusia 15 tahun, suatu kondisi yang membuatnya harus duduk di kursi roda dan harus belajar berjalan lagi. Setelah dua tahun menjalani terapi fisik yang berat, Valentine kembali bisa berjalan dan bersiap mengikuti jejak orang tuanya, memasuki dunia kedokteran dengan mempelajari ilmu saraf.

Tetapi dipompa dengan energi baru, dia bergabung dengan gym universitas dan mendaftar untuk pelajaran menari tiang mingguan. Ketika dia menyelesaikan gelarnya, seorang teman dari kelas pole dancing menyarankan dia untuk mencoba stripping.

"Saya tidak menyesal. Saya sangat menyukainya," ucap penari eksotis itu.

Valentine mulai bekerja di klub tari telanjang pada Januari 2020, hanya beberapa bulan sebelum penguncian COVID-19. Ditinggal tanpa penghasilan, ia kemudian memutuskan untuk memulai akun OnlyFans karena memamerkan kehebatannya dalam menari tiang.

Usaha tersebut dilaporkan telah membuatnya menghasilkan lebih dari 250 ribu dolar AS dalam setahun terakhir.

"Saya selalu takut bahwa saya akan kembali ke kursi roda pada saat saya berusia 30 tahun dan ingin menggunakan tubuh saya," ujarnya.

"Saya mendapat gelar kelas satu dalam ilmu saraf - jadi selalu ada sesuatu yang bisa saya andalkan jika perlu," pungkasnya.



Simak Video "Konten Negatif Kok Cenderung Mudah Viral?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)