Jumat, 22 Apr 2022 22:00 WIB

Geger Pasien Positif COVID-19 Selama 505 Hari, Kok Bisa? Begini Temuan Pakar

Vidya Pinandhita - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang pasien di Inggris mengidap COVID-19 sudah hampir selama satu setengah tahun, terhitung selama 505 hari. Diketahui, pasien tersebut memiliki sistem kekebalan yang amat lemah.

"Ini jelas merupakan infeksi terlama yang dilaporkan," kata ahli penyakit menular di National Health Service (NHS) Foundation Trust Guy dan St. Thomas, dr Luke Blagdon Snell, dikutip dari The Washington Post, Jumat (22/4/2022).

Tim Snell berencana untuk mempresentasikan beberapa temuan kasus COVID-19 'persisten' pada pertemuan penyakit menular di Portugal akhir pekan ini. Studi mereka menyelidiki mutasi dan varian yang berkembang pada pasien dengan infeksi super panjang. Studi tersebut melibatkan sembilan pasien COVID-19 yang terdeteksi positif setidaknya selama delapan pekan.

Seluruhnya memiliki sistem kekebalan yang lemah akibat riwayat transplantasi organ, HIV, kanker, atau pengobatan penyakit lain. Tes berulang menunjukkan, infeksi pada sembilan pasien tersebut bertahan selama rata-rata 73 hari. Dua di antaranya terjangkit virus Corona selama lebih dari setahun.

Disebutkan, kasus COVID-19 persisten tersebut berbeda dengan COVID-19 berkepanjangan atau 'Long COVID'.

"Dalam COVID yang lama (long COVID), umumnya diasumsikan virus telah dibersihkan dari tubuh Anda tetapi gejalanya tetap ada. Pada kasus infeksi persisten, ini terjadi replikasi virus yang aktif dan berkelanjutan," jelas dr Snell.

Orang dengan infeksi Corona terlama sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 pada awal 2020, sempat dirawat dan menggunakan obat antivirus remdesivir, dan meninggal dunia pada 2021. Para peneliti menyebut, pasien tersebut memiliki sejumlah penyakit lain.

Lima pasien lainnya selamat. Dua pasien sembuh tanpa pengobatan, dua pasien sembuh setelah perawatan dan satu masih memiliki COVID-19.

"Kita perlu berhati-hati, ada beberapa orang yang lebih rentan terhadap masalah ini seperti infeksi terus-menerus dan penyakit parah," beber Snell.



Simak Video "Epidemiolog Tegaskan Sering Terinfeksi Covid-19 Tak Bikin Tubuh Kian Kebal"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)