Sabtu, 23 Apr 2022 05:10 WIB

Rekor Pasien di Inggris 16 Bulan Positif COVID, Ini Penjelasan Dokter

Firdaus Anwar - detikHealth
Transferring a patient from the emergency area into the ICU Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Seorang pasien di Inggris dipercaya memegang rekor infeksi COVID-19 paling lama di dunia. Ia terkonfirmasi positif selama 505 hari atau 16 bulan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dokter di King's College London mengatakan sang pasien pertama kali terdeteksi positif COVID-19 di awal 2020. Ia diketahui memiliki penyakit penyerta yang membuat imun tubuhnya sangat lemah.

Sejak pertama terdiagnosis COVID-19, sang pasien bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Dalam tiap kunjungan dokter menemukan pasien tetap positif oleh virus yang sama.

"Swab tenggorokan terus menunjukkan hasil positif. Pasien tidak pernah kembali dengan hasil tes negatif," kata Dr Luke Blagdon Snell yang melaporkan kasus ini dalam European Congress of Clinical Microbiology and Infectious Diseases.

"Kami bisa bilang ini infeksi yang berkelanjutan karena tanda genetiknya. Hasil yang kami dapat dari pemeriksaan genome menunjukkan informasi yang sama," lanjutnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (23/4/2022).

Total sang pasien dilaporkan sudah 50 kali mengunjungi rumah sakit.

Dalam kasus infeksi virus, biasanya imun tubuh yang akan bekerja melawan penyakit secara alami. Namun pada kasus sang pasien tubuhnya tidak bisa melawan infeksi, bahkan setelah dibantu oleh obat antiviral.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)