ADVERTISEMENT

Senin, 25 Apr 2022 08:25 WIB

Pentingnya Asuransi Kesehatan dalam Memitigasi Risiko Penyakit Kanker

Atta Kharisma - detikHealth
Ilustrasi kanker payudara Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kanker merupakan salah satu penyakit kritis dengan tingkat kematian tertinggi tidak hanya di dunia, tapi juga di Indonesia. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) Dr. dr. Soeharti Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad menyebutkan kanker tertinggi di dunia adalah kanker payudara dan paru-paru.

Di Indonesia sendiri, kanker payudara juga menjadi yang tertinggi, disusul kanker mulut rahim atau serviks yang kerap diderita oleh kaum wanita.

Ia menjelaskan wanita memiliki risiko kanker pada wanita 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan pria lantaran sejumlah faktor risiko yang tidak bisa dicegah, seperti haid usia dini, riwayat di keluarga, menopause di usia lanjut hingga penyakit yang memudahkan terjadinya kanker.

Kanker juga menjadi salah satu penyakit dengan biaya pengobatan yang cukup mahal. Karenanya, ia menegaskan pentingnya melakukan deteksi dini bagi wanita dengan risiko kanker. Selain untuk mengetahui risiko kanker, deteksi dini juga mampu menekan biaya pengobatan yang diperlukan.

Senada dengan dr. Tati, Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha menerangkan biaya perawatan medis penyakit kritis di Indonesia sangat mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan untuk kanker payudara, biaya pengobatan untuk stadium awal saja mampu menyentuh angka 1 miliar. Belum lagi untuk stadium akhir yang biayanya hampir mencapai 2 miliar.

Joshua, sapaan akrab Rudi, menuturkan perlu adanya upaya sedini mungkin untuk memitigasi biaya pengobatan yang dikeluarkan saat terjadi penyakit kritis. Salah satunya adalah dengan memiliki asuransi kesehatan. Contohnya asuransi kesehatan AXA Mandiri yang menyediakan layanan medical check up, manfaat kondisi kritis stadium awal-akhir, hingga santunan meninggal dunia.

Kanker sendiri merupakan salah satu penyakit dengan biaya pengobatan tertinggi yang biayanya dicover oleh asuransi. Sayangnya, menurut data OJK, BPS dan Statistika tahun 2021, masyarakat Indonesia hanya menyisihkan 1,4% pendapatan tahunan untuk kebutuhan asuransi jiwa.

Bahkan, menurut survei BPJS Kesehatan tahun 2019 terdapat 61% masyarakat Indonesia masih menggunakan kantong pribadi untuk membiayai pengobatan dan perawatan kesehatan. Joshua menekankan tanpa adanya manajemen risiko yang baik, hal ini dapat berujung pada kebangkrutan, tidak hanya bagi mereka yang memiliki kondisi keuangan yang pas-pasan, tetapi juga yang sudah memiliki kondisi keuangan yang mapan.

Karena itu, dengan adanya asuransi jiwa dan asuransi kesehatan orang-orang tidak hanya memiliki manajemen risiko yang tertata, tapi juga rencana jangka panjang yang telah disusun tidak akan terganggu akibat risiko-risiko yang datang dengan tidak terduga.

Informasi tersebut disampaikan oleh para narasumber pada webinar bertajuk 'Kartini Tangguh, Peduli Saat Ini, Tenang di Saat Nanti'. Webinar yang diselenggarakan oleh AXA Mandiri dan detikcom ini memberikan informasi penting seputar kesehatan, khususnya mengenai penyakit kritis. Webinar ini juga menghadirkan hadiah total jutaan rupiah, mulai dari penanya terbaik dan audiens yang berhasil menjawab pertanyaan dari host selama acara berlangsung, pemenang untuk busana terbaik, hingga door prize bagi audiens yang beruntung.



Simak Video "Kanker Serviks, Kanker Reproduksi Wanita yang Bisa Dicegah"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT