Senin, 25 Apr 2022 10:45 WIB

Putusan MA tentang Vaksin COVID-19 Wajib Halal, Ini Jenis yang Tersedia

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
IPDN Kemendagri terus menggenjot vaksinasi booster diberbagai wilayah di Jawa Tengah. Kali ini digelar di lokasi wisata budaya Sam Poo Kong, Semarang. putusan MA tentang vaksin COVID-19 (Foto: Rachman_punyaFOTO)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) memenangkan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) terkait uji materi Pasal 2 Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19. Putusan MA tentang vaksin COVID-19 mendesak pemerintah wajib menyediakan vaksin halal bagi umat muslim.

"Mengabulkan permohonan keberatan hak uji materiil dari Pemohon: Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) tersebut," bunyi putusan MA, dikutip dari situs MA, Senin (25/4/2022).

Terkait putusan MA tentang vaksin COVID-19 tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis buka suara. Menurutnya, sampai saat ini masih belum ada fatwa baru yang menyatakan umat muslim tidak boleh menggunakan vaksin COVID-19 non-halal.

Cholil mengungkap MUI baru akan memproses fatwa baru jika ada permintaan lebih lanjut dari pemerintah.

"Kalau diajukan ke MUI maka akan diperiksa dan tentu akan dikeluarkan fatwa. Jika menggunakan vaksin yang sudah ada fatwa halaln-ya tentu sudah cukup," terang Cholil kepada detikcom Jumat (22/4/2022).

Lantas, jenis vaksin COVID-19 apa saja yang sudah berlabel halal?

Menurut Cholil Nafis, salah satu vaksin COVID-19 yang memiliki fatwa halal sejak program vaksin dimulai adalah Sinovac. Selebihnya boleh digunakan dengan alasan situasi darurat lantaran pandemi COVID-19.

"Iya baru Sinovac," tandas dia.

Namun, dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin AF memastikan bahwa vaksin COVID-19 Merah Putih besutan Universitas Airlangga juga berlabel halal.

"Ketentuan hukum vaksin COVID-19 produksi PT BIotis Pharmaceutical yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga hukumnya suci dan halal," terang Hasanuddin dalam konferensi pers Kamis (10/2/2022).

Kapan vaksin COVID-19 non-halal akan dilarang digunakan?

Cholil Nafis masih belum memastikan kapan MUI berencana melarang umat muslim menggunakan vaksin COVID-19 non halal.

"(Pelarangan penggunaan vaksin COVID-19 non-halal) Sesuai pengajuan atau permintaan dari yang berkepentingan," pungkas dia.

Bagaimana tanggapan Kemenkes RI?

Dihubungi terpisah, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi belum bisa merinci jelas bagaimana tindak lanjut atas permintaan putusan MA. Namun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat menegaskan belum ada fatwa baru terkait ketentuan penggunaan vaksin COVID-19 wajib halal bagi umat muslim.

"Masih kami pelajari ya," jawabnya singkat kepada detikcom Senin (25/4/2022).



Simak Video "Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)