Apakah Vaksin Membatalkan Puasa? Begini Hukumnya

ADVERTISEMENT

Apakah Vaksin Membatalkan Puasa? Begini Hukumnya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 26 Apr 2022 13:45 WIB
Petugas kesehatan dari kepolisiam memberikan vaksin booster kepada warga di kawasan Pasar Induk Kramat Jati,  Rabu (6/4).
Apakah vaksin membatalkan puasa? (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Apakah vaksin membatalkan puasa? Mengingat banyak masyarakat yang ingin segera mendapatkan vaksinasi di bulan puasa untuk memenuhi syarat mudik lebaran 2022. Selain itu, pertanyaan tersebut kerap muncul lantaran banyak yang khawatir akan batalnya puasa jika divaksin.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan MUI telah mengeluarkan fatwa yang menjelaskan bahwa vaksinasi tidak membatalkan puasa.

"Hukumnya, MUI sudah mengeluarkan fatwa tidak membatalkan ibadah berpuasa ketika dia puasa melakukan vaksinasi," jawab Amirsyah dalam agenda virtual FMB, Senin (28/3/2022).

Apakah Vaksin Membatalkan Puasa? Ini Pertimbangannya

Amirsyah mengungkapkan ada dua alasan mengapa vaksinasi di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa, yaitu:

  • Tidak masuk dari rongga yang membatalkan ibadah puasa
  • Ada hajat yang kita butuhkan untuk memelihara kesehatan fisik kita

"Pertama karena tidak masuk dari rongga yang membatalkan ibadah puasa itu sendiri. Kedua, memang ada hajat yang kita butuhkan untuk memelihara kesehatan fisik kita," jelasnya.

Ketentuan apakah vaksin membatalkan puasa atau tidak sudah tertuang dalam Fatwa Nomor 13 tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 pada saat Puasa. Dengan adanya program vaksinasi COVID-19 dan booster, umat Islam diimbau tetap mengikuti program vaksinasi saat puasa guna mencegah penularan COVID-19.

"Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa," kata Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangan tertulis yang dikutip dari website resmi MUI, Rabu (30/3/2022).

Apakah Vaksin Membatalkan Puasa? Ini Hukumnya

Hukum melakukan vaksin COVID-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar).

Dalam fatwa tersebut, MUI merekomendasikan pemerintah melakukan vaksinasi COVID-19 pada bulan Ramadhan. Namun vaksinasi di bulan Ramadhan juga harus memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.

Apakah Vaksin Membatalkan Puasa? Ini Manfaatnya

Selain mengetahui apakah vaksin membatalkan puasa atau tidak, masyarakat juga perlu tahu manfaat vaksin.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa tujuan atau manfaat vaksinasi ini dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Jadi, lebih baik sekarang kita segera lakukan vaksinasi dengan tujuan bahwa imunitasnya akan tinggi," pungkasnya, dalam agenda virtual FMB, Senin (28/3/2022).

Apakah Vaksin Membatalkan Puasa? Ini Syarat Mendapatkannya

Adapun syarat vaksin booster sebagai berikut.

  • Sudah divaksin lengkap minimal 3 bulan sebelumnya
  • Bagi penyintas COVID-19 gejala ringan/sedang, booster akan diberikan setelah 1 bulan sembuh
  • Bagi penyintas COVID-19 bergejala berat, booster akan diberikan setelah 3 bulan sembuh
  • Usia minimal 18 tahun ke atas, (prioritas untuk kelompok lanjut usia dan komorbid)

Apakah Boleh Vaksin Booster Saat Puasa? Ini Jenis Vaksin

Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes nomor SR.02.06/II/1188/2022, Kementerian Kesehatan RI menetapkan 6 kombinasi booster dengan 4 jenis vaksin yang digunakan, yaitu:

  • Pfizer
  • AstraZeneca
  • Moderna
  • Sinopharm

Namun, pada hari Senin (25/4/2022), Kemenkes resmi mengizinkan warga memilih vaksin booster dengan jenis Sinovac, bagi mereka yang khusus memikirkan kehalalan vaksin COVID-19.

"Kami menghormati putusan ma no 31 p/hum/2022 atas rekomendasi untuk melakukan penyediaan vaksin halal dalam program vaksinasi nasional," terang juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, Senin (25/4/2022).

"Untuk itu masyarakat yang merasa nyaman menggunakan Sinovac, kami membuka peluang vaksin tersebut untuk bisa digunakan juga sebagai vaksinasi booster," sambung dia.

Meski begitu, stok vaksin COVID-19 di masa pandemi terbatas sehingga dr Nadia tetap mendorong warga untuk divaksinasi dengan jenis yang tersedia.

"Dalam kondisi darurat. keterbatasan jumlah vaksin, tentunya kita selalu ingat vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia," pungkas dia.

Nah, bagi masyarakat yang masih bertanya-tanya terkait apakah vaksin membatalkan puasa atau tidak? Jawabannya tidak membatalkan ya.



Simak Video "Covid-19 Jadi Penyebab Munculnya Kasus Polio di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT