Minggu, 01 Mei 2022 06:15 WIB

Jepang-Singapura Laporkan 'Hepatitis Misterius', Mungkinkah Sudah Ada di RI?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Singapura baru-baru ini melaporkan kasus hepatitis akut 'misterius' lantaran belum diketahui penyebabnya. Bayi laki-laki berusia 10 bulan menunjukkan gejala hepatitis tetapi hasil tes laboratorium dinyatakan negatif virus hepatitis tipe A, B, C dan E.

Belum diketahui pasti apakah infeksi 'hepatitis misterius' di Singapura serupa dengan yang dilaporkan global. Sebelumnya, Jepang lebih dulu mencatat dugaan kasus 'hepatitis misterius' pada anak per 21 April.

Catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap sejumlah anak dengan kondisi serius di setidaknya 17 negara memerlukan transplantasi hati. Namun, pasien di Jepang disebut belum membutuhkan prosedur tersebut.

Mungkinkah sudah menyebar ke Indonesia?

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menekankan belum ada laporan kasus 'hepatitis misterius' serupa seperti di banyak negara.

"Belum ada (laporan hepatitis 'misterius') di Indonesia," tegas dr Nadia saat dihubungi detikcom, Kamis (28/4).

Kemenkes RI terus memantau kemungkinan munculnya hepatitis misterius pada anak. Ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai berdasarkan keluhan banyak pasien hepatitis misterius.

  • Urine gelap
  • Kotoran pucat, berwarna abu-abu
  • Menguningnya bagian putih mata atau kulit (jaundice)
  • Kulit yang gatal
  • Nyeri otot atau sendi
  • Demam
  • Mual, muntah, atau sakit perut
  • Kelesuan atau kehilangan nafsu makan.

Saksikan juga Sosok Minggu Ini: Layanan Ojek Online Dengan Pengemudi Difabel, Karya Triyono

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)