Minggu, 08 Mei 2022 20:34 WIB

WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah juga menyatakan ada 1.040 pasien Corona yang meninggal dunia hari ini. Jumlah pasien COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 62.908 orang. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan kematian hampir 15 juta orang di seluruh dunia. Jumlah ini lebih tinggi 13 persen dibandingkan yang diperkirakan dalam dua tahun ini.

Dikutip dari BBC, WHO meyakini banyak negara yang perhitungannya tidak menyeluruh terkait korban yang meninggal, dengan sekitar 5,4 juta orang yang dilaporkan meninggal.

Perhitungan yang dilakukan WHO disebut dengan excess death. Itu merupakan perhitungan jumlah orang meninggal yang melampaui angka kematian rata-rata di sebuah wilayah sebelum pandemi.

Di dalam perhitungan ini juga mencangkup kematian tidak langsung yang disebabkan COVID-19. Misalnya orang yang tidak bisa masuk ke rumah sakit karena penuh akibat pasien COVID-19.

Jumlah ini juga mencangkup wilayah yang pencatatan kematiannya buruk dan jumlah tes yang tidak memadai pada saat awal terjadi pandemi. Berdasarkan laporan baru WHO dengan perhitungan tersebut, hasilnya menunjukkan ada beberapa negara yang mencatat lebih banyak kematian.

Data kematian di Amerika Serikat (AS) akibat COVID-19 menjadi yang tertinggi di dunia dengan angka mendekati hampir satu juta. Namun, dengan perhitungan excess death ini AS bukanlah negara dengan jumlah kematian tertinggi, meski tetap masuk dalam lima besar.

Menurut WHO, pada tahun 2020 dan 2021 AS mencatat lebih dari 9930.000 excess death. Jumlah ini masih di bawah India 4,7 juta, Rusia 1,1 juta, dan Indonesia 1 juta. Berikut urutannya:

  • India
  • Rusia
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Brasil

Dengan perhitungan ini, Indonesia menjadi negara tertinggi ketiga dengan kematian tidak langsung yang disebabkan COVID-19. Data WHO ini juga konsisten dengan statistik dari Economist yang menghitung data sampai tahun 2022, dan juga studi excess death lain.

Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, posisi AS semakin turun dengan 140 excess death atau kematian tak langsung per 100.000 orang. Namun, angka ini jauh di atas rata-rata global yaitu 96 per 100.000.

Namun, berdasarkan kematian langsung akibat COVID-19, AS berada di posisi tertinggi dengan 1.024.525 kasus. Ini 300.000 lebih banyak dari Brasil yang saat ini mencapai 664.179 kasus, dilihat dari laman Worldometers.



Simak Video "Isu Kesehatan Global yang Disorot WHO di Rapat Menkes G20"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)