Senin, 09 Mei 2022 17:30 WIB

Bisa Bikin Lonjakan Kasus Usai Lebaran, RI Pantau Dua Varian COVID Ini

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background RI pantau dua varian COVID ini (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kenaikan kasus COVID-19 usai Lebaran 2022 bisa terjadi jika ada varian baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Mengingat salah satu negara di Afrika Selatan mengkonfirmasi adanya kasus varian baru Omicron BA.4 dan BA.5, pemerintah sudah berada di tahap monitoring perkembangan virus Corona guna mencegah lonjakan kasus di Indonesia.

"Satu negara di Afrika Selatan ada kenaikan sedikit, ada varian baru BA.4 dan BA.5. Tapi karena kebaikannya masih sedikit dan jumlahnya belum banyak, kita terus monitoring bersama WHO (World Health Organization/Organisasi Kesehatan Dunia) mengenai varian baru ini," kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (9/5/2022).

Selain itu, pemerintah juga memantau pergerakan kasus COVID-19 pasca Lebaran 2022. Ini berdasarkan hasil pemantauan usai libur panjang, angka kenaikan COVID-19 akan mulai terlihat 20 hingga 25 hari ke depan.

"Sekarang sudah sepekan setelah hari raya. Kita tunggu sekitar 20 sampai 25 hari ke depan apakah ada pola kenaikan yang sama seperti libur Natal dan Lebaran tahun sebelumnya," ujar Menkes Budi.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator PPKM Jawa-Bali Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini berdasarkan menurunnya angka kasus aktif, rawat inap, dan angka kematian.

"Dilihat secara nasional, sudah 5 hari berturut-turut kasus harian (COVID) di bawah 1.000 kasus," kata Luhut.

"Gambaran baik lainnya terlihat turun rawat inap, tingkat keterisian rumah sakit hanya 2 persen dari keseluruhan bed tersedia. Kasus kematian turun hingga 98 persen dan positivity rate berada di bawah 0,7 persen."



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)