ADVERTISEMENT

Selasa, 10 Mei 2022 15:29 WIB

Apa Itu Hepatitis B? Kenali Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit Apa itu hepatitis B? (Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d)
Jakarta -

Apa itu hepatitis B? Salah satu varian hepatitis ini memiliki berpotensi mengancam jiwa. Seperti jenis lainnya, hepatitis B merupakan infeksi hati, tapi, jenis ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV).

Di tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 296 juta orang hidup dengan infeksi hepatitis B kronis dan ada 1,5 juta infeksi baru setiap tahun.

Penyebab Hepatitis B

Dikutip dari Mayo Clinic, HBV dapat ditularkan dari orang ke orang melalui darah, air mani, dan cairan tubuh lainnya. Namun, tidak dapat ditularkan melalui bersin atau batuk.

Beberapa cara penularan umum hepatitis B antara lain adalah kontak seksual, menggunakan suntikan yang sama, tidak sengaja tertusuk jarum dan penularan ke bayi dari wanita hamil yang terinfeksi HBV.

Tipe Hepatitis B

Dikutip dari Cleveland Clinic, infeksi hepatitis B dapat dikategorikan menjadi dua tipe yaitu akut dan kronis.

Hepatitis B akut: tipe ini merupakan infeksi tahap awal saat baru saja terinfeksi hepatitis B. Tipe ini merupakan tipe yang ringan dan mayoritas dapat sembuh dengan mudah.

Hepatitis B kronis: tipe ini cenderung muncul jika infeksi HBV tidak hilang dalam rentang waktu 6 bulan atau lebih. Hepatitis B kronis dapat menyebabkan peradangan, sirosis hati yang serius bahkan fatal, hingga kanker hati.

Gejala Hepatitis B

Gejala hepatitis B berkisar dari gejala yang ringan hingga berat. Umumnya, gejala tersebut muncul setelah satu hingga 4 bulan setelah infeksi dan terkadang tidak muncul di anak-anak.

Beberapa gejala hepatitis B antara lain:

  • Sakit perut
  • Urin gelap
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata

Faktor Risiko Hepatitis B

Menurut Mayo Clinic, orang-orang yang melakukan hubungan seks bebas dan tanpa proteksi memiliki risiko yang tinggi untuk mendapatkan hepatitis B.

Selain itu, berbagi suntikan, memiliki pekerjaan yang berkontak langsung dengan darah manusia, dan bayi yang lahir dari ibu memiliki hepatitis B memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi.

Pengobatan Hepatitis B

Jika memiliki hepatitis B yang akut, biasanya, dokter akan menyarankan untuk melakukan kebiasaan yang dapat membuat tubuh tetap sehat seperti istirahat yang cukup dan memiliki asupan cairan yang baik.

Bagi pengidap hepatitis B kronis, pengobatan yang umumnya dilakukan adalah dengan melakukan terapi obat dengan cara mengonsumsi medikasi rutin dan pemantauan rutin untuk tanda-tanda kerusakan hati dan kanker hati.

Pencegahan Hepatitis B

Pencegahan hepatitis B utama yang disarankan oleh WHO adalah pemberian vaksin hepatitis B pada bayi atau secepat mungkin setelah bayi lahir. Untungnya, vaksin hepatitis B telah menjadi salah satu vaksin wajib bagi anak.

Selain itu, karena hepatitis B dapat ditularkan lewat berbagai cairan tubuh, WHO merekomendasikan untuk mempraktikkan seks aman dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan.



Simak Video "Tekan Kasus Hepatitis, Menkes Sarankan Intervensi Preventif ke Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT