Selasa, 10 Mei 2022 16:03 WIB

Ada Ancaman Hepatitis Misterius, Ini Respons IDAI soal Pembelajaran Tatap Muka

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
ilustrasi ptm Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Munculnya ancaman hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya membuat banyak orang tua bertanya, apakah pembelajaran tatap muka akan ditunda atau tidak. Apalagi kasus hepatitis misterius tersebut menyerang anak-anak sekolah di bawah 16 tahun.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarsa, SpA, mengatakan bahwa pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi untuk menunda pembelajaran tatap muka (PTM) terkait adanya wabah hepatitis misterius.

"PTM ini kita masih terus melakukan kajian, melihat intensitas kasus. Hingga saat ini, IDAI belum mengeluarkan rekomendasi penundaan PTM," terang dr Piprim dalam siaran virtual IDAI, Selasa (10/5/2022).

Meski demikian, ia tetap mengimbau bagi orang tua untuk waspada saat anaknya hendak melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, tidak bertukar alat makan, dan memakan makanan yang matang harus terus diterapkan pada anak guna mencegah terinfeksi hepatitis akut misterius.

"Perlu waspada bagi anak-anak yang PTM dan protokol kesehatan harus tetap dilakukan oleh anak-anak kita," imbaunya.

Penundaan PTM

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Anggraini Alam mengatakan keputusan penundaan PTM selama satu minggu merupakan langkah yang tepat. Penundaan tersebut dapat dijadikan momen orang tua untuk memperhatikan kondisi kesehatan anak.

"Itu seperti melakukan 'karantina'. Bukan berarti dikasih libur seminggu dibawa ke mall, tetapi untuk mengurangi mobilitas. Beberapa hari di rumah dilihat, apakah (anak) sehat," imbaunya.

Sehingga ketika PTM dimulai minggu depan, hanya anak-anak yang sehat dapat melakukan pembelajaran di sekolah.

"Jadi jangan anaknya sedang demam dan ada keluhan (penyakit), tetapi sama orang tua dibawa ke sekolah atau dititipkan ke tempat penitipan anak. Itu akan potensial kalau anak ada penyakit infeksi, bisa menularkan ke anak-anak lain atau bahkan ke orang dewasa," tambahnya.



Simak Video "Kemenkes Sebut Hepatitis Akut Misterius Tak Akan Sebesar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)