ADVERTISEMENT

Selasa, 10 Mei 2022 16:56 WIB

Liburan Justru Stres, Siapkan 'Bekal' Ini untuk Menyiasatinya

Nada Celesta - detikHealth
Jakarta -

Bukan tidak mungkin, stres melanda saat sedang menjalani liburan. Terlebih lagi, saat liburan panjang biasanya kita dihadapkan dengan agenda yang padat dan diharuskan bertemu dengan lebih banyak orang. Hal-hal ini bisa memicu stres dan membuat liburan jadi tak lagi menyenangkan.

Stres saat liburan juga bisa disebut sebagai holiday blues. Penyebabnya bermacam-macam, dan siapapun bisa mengalaminya. Meski demikian, bukan berarti tak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya holiday blues.

Psikolog Klinis Dewasa dari TigaGenerasi Psychology Center, Alfath Hanifah Megawati, M.Psi., Psi., turut menanggapi hal ini. Ia menjabarkan apa saja yang bisa dilakukan saat holiday blues melanda, hingga 'bekal' yang bisa dipersiapkan sebelum liburan agar mengurangi kemungkinan holiday blues.

Saat holiday blues terjadi, tidak disarankan untuk menolak perasaan tersebut. Rasa sedih atau cemas, meskipun terjadi saat liburan, perlu divalidasi.

"Jangan sangka kalau itu adalah hal yang nggak boleh. Validasi emosi, bahwa oh iya aku merasa sedih, karena apa, cari tahu. Cek apakah itu sesuatu yang irasional atau rasional. Kalau sesuatu yang rasional, ada solusinya. Kalau irasional berarti kita harus meng-counter pikiran-pikiran kita yang irasional," jelas psikolog yang akrab disapa Ega ini, di acara e-Life detikcom.

Bertemu dengan terlalu banyak orang saat liburan juga bisa menjadi pemicu terjadinya holiday blues. Ega menyarankan untuk memastikan adanya sosok support system yang bisa diandalkan di tengah-tengah banyaknya orang dan kegiatan yang tidak terasa familiar saat liburan. Sosok ini bisa menjadi tempat aman untuk bercerita dan membantu menenangkan saat diri mulai tertekan di tengah kegiatan.

"Cari support system, itu penting sekali di tengah lautan orang yang kita nggak kenal, menjalani aktivitas beragam yang mungkin nggak familiar, kita perlu punya 'jangkar'," lanjut Ega.

Menata cara berpikir sebelum liburan juga penting. Jika terlalu berekspektasi tinggi terhadap suksesnya rencana liburan, hal ini bisa membebani pikiran. Maka, Ega juga menyarankan untuk hanya membuat ekspektasi sederhana dan jangan memaksakan hal-hal di luar kendali diri sendiri.

Jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana, bukan berarti kita gagal sepenuhnya. Jangan hanya berfokus pada kegagalan karena ini akan membuat diri semakin terpuruk dan percaya diri menurun.

"Fokuskan pikiran kita pada hal-hal baik. Oke aku memang sedih, tapi ada hal baik yang aku alami. Itu perlu diulang-ulang, katanya kan kita percayai apa yang kita ulang. Kita coba bantu diri kita untuk bangun kepercayaan yang sehat untuk diri kita. Sebagai pelampung di tengah samudera yang mungkin nanti kita nggak nyaman hadapi ketika holiday," kata Ega.

Selain itu, mempersiapkan kondisi tubuh sebelum liburan juga penting. Pastikan diri mendapat jam tidur yang cukup, serta makan makanan dengan gizi yang baik.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT