Kamis, 12 Mei 2022 16:01 WIB

Viral Pria Gaji Rp 70 Juta Buka 'Loker' Cari Istri di Twitter, Ingat Saran BKKBN

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi Menikah Foto: Menikah
Jakarta -

Baru-baru ini viral seorang pria membuka 'lowongan' mencari jodoh di Twitter. Pria bernama Erlangga Greschinov itu menyantumkan profil data pribadi dan kriteria pasangan yang diinginkan bak curriculum vitae (CV).

Dalam unggahan Twitter pribadi @Greschinov yang dilihat detikcom Kamis (12/5), ia mengaku memiliki penghasilan Rp 70 hingga 100 juta per bulan dan sudah mempunyai rumah.

Ada tujuh kriteria pasangan yang diutarakan, mulai dari usia hingga gaya hidup yang diinginkan.

"Twitter please do your magic! Karena sudah lelah dibohongin dan dikhianati, aku memutuskan cari calon istri yang serius. Siapa tau jodohku datang dari Twitter. Kita bisa PDKT, jika dirasa cocok, aku bakal bilang ke orang tuamu," buka Erlangga dalam unggahan yang sudah disukai lebih dari 32 ribu orang.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo SpOG sempat mengimbau warga untuk tidak hanya mempertimbangkan materi saat menikah. Pasalnya, hal krusial seperti kesehatan pasangan seringnya terabaikan.

Imbasnya, ada risiko calon pasangan suami istri menurunkan penyakit keturunan atau penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik.

"Kesehatan sebagai syarat bisa melahirkan keturunan yang normal menjadi penting. Banyak penyakit menurun yang ketika ketemu jodoh yang bakat, akhirnya jadi manives di anak keturunannya. Seperti asma, diabetes, alergi. Kalau calon suami bakat asma ketemu calon istri bakat asma, yo repot," ungkap Hasto beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada tiga poin penting yang menurut BKKBN wajib menjadi tiga perhitungan utama saat hendak menikah.

1. Komitmen, kepercayaan, dan keimanan kepada Tuhan untuk menjalin ikatan cinta kasih dan sayang bersama.

2. Calon pasangan suami istri memiliki latar belakang ekonomi yang tidak jauh berbeda agar lebih mudah membangun visi berkeluarga.

3. Memperhatikan kondisi kesehatan ayah atau ibu untuk melihat kemungkinan menurunkan penyakit secara genetik. Termasuk misalnya risiko penyakit asma, diabetes, hingga alergi.



Simak Video "Pemerintah Alokasikan Anggaran Penurunan Stunting 2022 Rp 25 T"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)