Kamis, 12 Mei 2022 18:16 WIB

Apakah Hepatitis Akut Bisa Sembuh Total? Begini Kata Dokter

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
HEPATITIS written on a wooden block near a stethoscope, syringe and pills on a blue background. Medical concept Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH
Jakarta -

Apakah hepatitis akut bisa sembuh total? Pertanyaan ini kerap dilontarkan, mengingat penyakit tersebut belakangan ini semakin 'ngegas' di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan pun melaporkan sudah ada 18 kasus hepatitis di Indonesia, tujuh di antaranya meninggal dunia.

"Jadi yang meninggal ada empat dari DKI Jakarta, 1 dari Sumatera Barat, 1 Kalimantan Timur dan 1 Jawa Timur," tutur juru bicara Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi detikcom Kamis (12/5/2022).

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria pada Rabu, (11/5) sempat melaporkan ada 21 orang diduga terjangkit hepatitis akut misterius dan tiga orang meninggal dunia. Meskipun demikian, dr Nadia masih memastikan terkait kabar tersebut.

Lalu, jika terlanjur terinfeksi, apakah hepatitis akut bisa sembuh total?

Komite ahli pengendalian hepatitis, diare, dan infeksi saluran pencernaan Kemenkes RI, Prof Dr dr Hanifah Oswari, SpA(K), mengungkapkan bahwa penyakit hepatitis akut biasanya bisa menginfeksi seseorang secara mendadak dan hilang secara mendadak.

"Jadi hepatitis akut itu berbeda dengan hepatitis kronis. Hepatitis kronis itu perjalanannya pelan tapi dia terus menerus terjadi di dalam badan kita," tuturnya dalam webinar kesehatan, Kamis (12/5/2022).

"Hepatitis akut ini beda dengan kronis. Akut ini biasanya dia datangnya mendadak, tapi hilangnya juga bisa mendadak. Kesembuhannya juga bisa cepat. Berbeda dengan kronis yang sebaliknya," lanjutnya.

Menurutnya, seseorang yang terinfeksi hepatitis akut bisa saja mengalami kesembuhan dengan cepat. Namun di beberapa kasus, hepatitis akut juga bisa mengalami perburukan gejala.

Apabila seseorang dinyatakan sembuh dari hepatitis, umumnya dia akan sembuh dengan sempurna. Namun, jika mengalami perburukan gejala kemungkinan sulit untuk ditolong.

"Kalau terjadi kesembuhan yang cepat itu yang kita harapkan, tetapi juga bisa terjadi perburukan yang cepat pada kasus yang akut yang berat apalagi sudah fulminan itu sangat cepat perjalanannya. Karena itu kalau bisa sembuh, dia akan sembuh dengan sempurna umumnya. Tetapi, kalau terjadi perburukan, dia juga bisa terjadi perburukan yang penuh kita tidak bisa menolongnya," lanjur dr Hanifah.



Simak Video "Simak! Imbauan IDAI soal Munculnya Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)