Jumat, 13 Mei 2022 11:28 WIB

WHO Belum Dapat Laporan Kasus Pertama COVID-19 Korea Utara

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Korea Utara terapkan lockdown nasional usai mengkonfirmasi kasus COVID-19 untuk pertama kalinya. Kasus subvarian Omicron BA.2 itu terdeteksi di Pyongyang. Korea Utara melaporkan kasus infeksi dan kematian pertama COVID-19. (Foto: AP Photo/Jon Chol Jin)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa badan kesehatan global PBB tersebut belum menerima pemberitahuan resmi tentang wabah COVID-19 pertama yang dikonfirmasi di Korea Utara.

Korea Utara sebelumnya tidak pernah mengkonfirmasi infeksi COVID, meskipun pejabat Korea Selatan mengatakan mungkin ada kasus di negara yang terisolasi itu, mengingat perdagangan dan perjalanannya dengan China sebelum menutup perbatasannya untuk memblokir virus pada awal 2020.

"WHO belum menerima laporan resmi dari Kementerian Kesehatan, DPR Korea, tentang kasus terkonfirmasi COVID-19 yang diberitakan di media," kata perwakilan negara WHO Edwin Salvador dikutip dari Reuters, Jumat (13/5/2022).

Di bawah IHR (peraturan kesehatan nasional) yang mengikat secara hukum, 194 anggota badan tersebut, termasuk Korea Utara, wajib melaporkan keadaan darurat kesehatan masyarakat dalam waktu 24 jam. Namun, tidak ada sanksi bagi mereka yang tidak mematuhinya.

Aspek aturan ini telah menuai kritik sejak pandemi dan anggota WHO sedang meninjau aturan tersebut sebagai bagian dari sistem reformasi yang lebih luas.

Sebelumnya Korea Utara resmi mengkonfirmasi wabah COVID-19 untuk pertama kalinya pada Kamis (12/5/2022) dan langsung melakukan penguncian (lockdown) secara nasional. Media pemerintah melaporkan kasus tersebut disebabkan subvarian Omicron, BA.2, yang terdeteksi di Pyongyang.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)