Jumat, 13 Mei 2022 19:01 WIB

Jumlah Tes COVID Turun, WHO: Dunia Jadi Buta Terhadap Evolusi Virus

Firdaus Anwar - detikHealth
Geneva, Switzerland - December 03, 2019: World Health Organization (WHO / OMS) Logo at WHO Headquarters Foto: Getty Images/diegograndi
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkritik jumlah pengetesan COVID-19 global yang semakin berkurang karena anggapan pandemi sudah berakhir. Hal ini disebut membuat dunia rentan karena jadi buta terhadap perkembangan evolusi virus.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan memang di beberapa tempat kasus dan kematian karena COVID-19 sudah turun. Namun, pandemi secara umum belum berakhir dan selama terjadi penularan maka kemungkinan virus bermutasi akan tetap ada.

"Pandemi belum berakhir sampai berakhir di mana pun. Kenyataannya kasus di 70 negara mengalami peningkatan," kata Tedros seperti dikutip dari laman resmi WHO, Jumat (13/5/2022).

"Pada saat yang sama jumlah pengetesan secara global berkurang drastis. Ini membuat kita buta terhadap evolusi virus," lanjutnya.

WHO mengingatkan kembali target memvaksinasi 70 persen populasi dunia agar pandemi bisa cepat berakhir. Tantangan yang ada saat ini adalah distribusi karena kurangnya komitmen politik, infrastruktur, dan keengganan masyarakat akibat disinformasi.

"Hampir satu miliar orang di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah masih belum mendapat vaksinasi," pungkas Tedros.



Simak Video "Pengaruh Tes Antigen Mandiri di Rumah Terhadap Angka Kasus Covid Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)
dMentor
×
Investasi Saham VS Aset Kripto
Investasi Saham VS Aset Kripto Selengkapnya