Sabtu, 14 Mei 2022 15:00 WIB

Ini Perbedaan Gejala Hepatitis Akut Anak dan Dewasa

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Hepatitis word from wooden blocks on desk Foto: Getty Images/iStockphoto/Piotrekswat
Jakarta -

Penyakit hepatitis akut misterius belakangan tengah bikin heboh di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hepatitis sendiri umumnya dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa.

"Memang semua orang yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit peradangan pada hati ini tertular, baik hepatitis A, B, C, maupun E," kata anggota komite ahli hepatitis Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, dalam webinar virtual, Sabtu (14/5/2022).

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh hepatitis akut misterius ini adalah diare, mata kuning, sakit perut, kesadaran menurun, dan ALT meningkat lebih dari 500 IU/mL. Lantas, adakah perbedaan gejala hepatitis antara anak dan dewasa?

Prof Rino mengungkapkan bahwa perbedaan gejala antara anak dan dewasa kemungkinan tidak ada dan tidak spesifik karena gejalanya mirip. Namun, penyakit kuning yang disebabkan oleh hepatitis lebih rentan dialami oleh dewasa daripada anak yang masih kecil.

"Perbedaan gejala sebenarnya tidak ada. Karena gejala awalnya itu relatif tidak spesifik, yaitu diare, sakit perut, kemudian terdapat tanda-tanda kerusakan dari hati, matanya jadi kuning, buang air kecilnya jadi cokelat, dan kemudian terjadi kerusakan hati yang lebih lanjut," pungkas Prof Rino.

"Jadi relatif sama dari gejalanya, baik anak yang masih kecil maupun anak yang dewasa. Tetapi, untuk anak yang kecil, gejala kuning kurang sering terjadi. Lebih sering terjadi pada anak yang lebih besar," sambungnya.



Simak Video "Dokter RSCM Beberkan Gejala Hepatitis Misterius yang Terjadi pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)