Kemenkes Sebut 4 Kelompok Ini Rentan Gangguan Jiwa Selama Pandemi COVID-19

ADVERTISEMENT

Kemenkes Sebut 4 Kelompok Ini Rentan Gangguan Jiwa Selama Pandemi COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 15 Mei 2022 10:25 WIB
A young woman in quarantine wearing a mask and looking through the window
COVID-19 dan kesehatan jiwa (Foto: Getty Images/MarioGuti)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang belakangan ini mulai melandai, menyisakan masalah tersendiri terkait kesehatan jiwa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut prevalensi masalah kejiwaan meningkat 1-2 kali lipat selama pandemi.

"Kondisi pandemi (COVID-19) memperparah ataupun semakin mempengaruhi kesehatan jiwa," kata Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes, drg Vensya Sitohang, Jumat (13/5/2022).

Dijelaskan oleh dr Hervita Diatri, SpKJ, ada empat kelompok yang terpapar gangguan jiwa. Pertama adalah kelompok yang sebelumnya tidak memiliki masalah kesehatan jiwa, lalu memiliki hingga mengalami gangguan jiwa.

Kelompok kedua menurut dr Hervita sejak awal sudah mengalami masalah kesehatan jiwa, misalnya karena kekerasan dalam rumah tangga. Pandemi membuat kedekatan dengan pelaku kekerasan makin intens, sehingga masalah gangguan jiwa makin meningkat.

Kelompok ketiga merupakan kelompok yang mengalami kesehatan fisik yang kemudian kesulitan mengakses layanan kesehatan. Rasa cemas menyebabkan penyakitnya makin berat, lalu berdampak pada kesehatan jiwa.

Terakhir, kelompok keempat paling banyak ditemukan sekitar bulan Juli 2021 saat terjadi gelombang kedua COVID-19. Disebutkan, risiko gangguan jiwa menetap akibat suplai oksigen ke otak berkurang saat terjadi kelangkaan oksigen.

Masalah kesehatan jiwa yang juga menjadi sorotan adalah kecenderungan untuk mengakhiri hidup. Dalam 5 bulan awal pandemi COVID-19, survey menyebut 1 dari 5 orang di Indonesia berusia 15-29 tahun sempat terpikir untuk mengakhiri hidup.

"Selanjutnya 1 tahun pasca pandemi oleh survei yang berbeda didapatkan data 2 dari 5 orang memikirkan untuk bunuh diri. Dan sekarang di tahun awal 2022 itu sekitar 1 dari 2 orang yang memikirkan untuk mengakhiri hidup," kata dr Hervita.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT