Rabu, 18 Mei 2022 14:28 WIB

Mengenal Garam Himalaya, Benarkah Lebih Sehat dari Garam Biasa?

Jihaan Khoirunnissa - detikHealth
Garam Himalaya Foto: Shutterstock
Jakarta -

Garam merupakan sumber yodium, karena itu banyak orang yang menambahkan garam di setiap masakannya. Namun kebanyakan garam bisa memicu penyakit hipertensi.

Sebuah jurnal yang dirilis MDPI tahun 2019 menyebutkan konsumsi garam berlebihan atau di atas batas maksimal dapat mendorong peningkatan tekanan darah, sehingga menyebabkan hipertensi.

Karenanya, banyak yang beralih dan memilih garam Himalaya sebagai alternatif yang diyakini lebih sehat dibanding garam dapur biasa. Apakah benar garam Himalaya lebih sehat?

Mengenal Garam Himalaya

Tahukah kamu garam himalaya bukan berasal dari laut, melainkan diperoleh dari tambang garam di dekat Himalaya, Pakistan. Garam ini memiliki warna merah muda, dan disebut-sebut lebih baik dari garam biasa.

Salah satu keistimewaannya karena memiliki kandungan beberapa jenis mineral lain, seperti magnesium, potasium, zat besi, dan kalsium seperti dilansir dari Medical News Today.

Penggunaannya secara umum sama seperti garam dapur. Selain untuk memberi rasa pada makanan, garam himalaya juga dapat digunakan sebagai salah satu campuran produk bath salts, atau dibuat sebagai lampu hias dan tempat lilin.

Benarkah Garam Himalaya Lebih Sehat?

Garam Himalaya sering dikatakan lebih sehat dibandingkan garam biasa karena mengandung mineral-mineral lain yang diyakini bermanfaat. Walaupun demikian, kandungan mineral pada garam Himalaya ini sesungguhnya dalam jumlah yang sangat kecil untuk dapat bisa memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Selain itu, garam Himalaya juga diyakini memiliki kandungan natrium atau sodium yang lebih rendah. Sayangnya, hal ini ternyata tidak tepat. Sebab perbedaan garam himalaya dan garam dapur biasa hanya terletak pada karakteristik rasa, tekstur, serta proses pembuatannya, bukan pada kandungan sodium di dalamnya.

Baik garam dapur maupun garam Himalaya ternyata sama-sama mengandung sekitar 40% garam sodium/natrium per gram garam. Jadi apapun jenis garam yang dipilih, ingat konsumsinya harus tetap dibatasi. Karena jika berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Waspada Garam saat Memasak

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menganjurkan orang dewasa untuk membatasi konsumsi garam 5 gram per hari. Atau setara dengan 1 sendok teh. Selain dari garam dapur, penting untuk memperhatikan asupan garam sehari-hari juga bisa didapatkan dari kecap dan saus saat memasak. Karena pada umumnya bumbu masak tersebut tinggi akan kandungan garam.

Untuk memasak lebih sehat, batasi penggunaan bumbu saus dan kecap saat memasak. Pilih alternatif produk kecap dan saus yang rendah garam dari Tropicana Slim. Gunakan Tropicana Slim Kecap Asin, Tropicana Slim Kecap Manis, Tropicana Slim Saus Tiram, dan Tropicana Slim Sambal Terasi yang lebih rendah garam namun tetap dapat memberikan cita rasa gurih dan nikmat pada masakan dan makanan favorit.

(ads/ads)