Rabu, 18 Mei 2022 19:03 WIB

Mengenal Furosemide: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Statins or generic medicines on a calendar with a sphygmanometer. Medical check up concept. Mengenal obat hipertensi Furosemide. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Furosemide adalah obat untuk mengatasi cairan berlebih di dalam tubuh (edema) yang disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti penyakit hati, ginjal, hingga gagal jantung. Obat yang masuk ke dalam golongan diuretik ini juga bisa digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).

Cara kerja obat Furosemide adalah dengan menghambat penyerapan natrium di dalam sel-sel tubulus ginjal. Dengan ini, jumlah urine yang dihasilkan dan dikeluarkan oleh tubuh akan meningkat. Tujuannya adalah untuk membuang air dan garam yang berlebihan. Obat ini juga dapat menurunkan kadar kalsium yang tinggi dalam darah (hiperkalsemia).

Berikut adalah dosis, efek samping, dan aturan pakai obat Furosemide.

Dosis Obat Furosemide

Furosemide merupakan obat resep yang tidak boleh digunakan sembarangan tanpa mengikuti arahan dari dokter. Dosis obat Furosemide telah disesuaikan dengan umur dan kondisi medis pasien.

1. Hipertensi

Dewasa: Diberikan dosis 40-80 mg setiap hari, disesuaikan dengan respon tubuh pasien. Dosis pemeliharaan diberikan 20-40 mg setiap hari. Furosemide dapat dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain.

2. Oliguria Pada Gagal Ginjal Akut atau Kronis

Dewasa: Diberikan dosis awal 250 mg. Jika perlu, berikan lagi dosis 250 mg setiap 4-6 jam. Dosis maksimal 1.500 mg per hari.

3. Edema Paru Akut

Dewasa (suntik IV): Dosis 40 mg disuntikkan perlahan melalui selang infus selama 1-2 menit. Tingkatkan dosis hingga 80 mg bila diperlukan.

4. Edema Akibat Gagal Jantung Kongestif, Sirosis, atau Penyakit Ginjal

  • Dewasa (suntik IV atau IM): Dosis 20-50 mg, diberikan secara perlahan. Tingkatkan dosis 20 mg tiap 2 jam bila diperlukan. Dosis maksimal 1.500 mg per hari.
  • Dewasa (tablet): Diberikan dosis awal 40 mg per hari. Jika kondisi membaik, dosis dikurangi menjadi 20 mg per hari atau 40 mg tiap 2 hari sekali. Pada edema berat, berikan dosis hingga 80 mg per hari.
  • Anak-anak (suntik IV atau IM): Dosis 0,5-1,5 mg/kgBB per hari. Dosis maksimal 20 mg per hari.
  • Anak-anak (tablet): Dosis 1-3 mg/kgBB per hari. Dosis maksimal 40 mg per hari.

5. Hiperkalsemia

  • Tablet: Dosis 10-40 mg tiap 4 kali sehari.
  • Suntik IV: Dosis 20-100 mg tiap 1-2 jam selama 1-2 menit.

Efek Samping Obat Furosemide

Penggunaan obat Furosemide dapat menyebabkan efek samping ringan, antara lain:

  • Diare
  • Gatal
  • Nyeri perut
  • Pusing
  • Ruam ringan
  • Sakit kepala

Periksakan diri ke dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping serius seperti:

  • Aritmia
  • Kram otot
  • Kelelahan
  • Kulit menguning
  • Mulut kering
  • Telinga berdenging
  • Pingsan

Aturan Pakai Obat Furosemide

Gunakan obat ini sesuai resep dokter atau ikuti petunjuk yang terdapat pada label kemasan. Furosemide dapat digunakan dengan atau tanpa makanan. Jangan minum obat ini 4 jam sebelum tidur agar tidak terbangun untuk buang air kecil.

Furosemide harus diminum secara teratur agar efektif. Lanjutkan minum obat ini ketika sudah merasa lebih baik. Jangan berhenti meminumnya kecuali diinstruksikan oleh dokter. Hal ini karena banyak orang yang memiliki tekanan darah tinggi tidak merasa dirinya sakit.



Simak Video "Waspada! Dokter Jantung Ungkap Pemicu Stroke di Usia Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)