Rabu, 18 Mei 2022 20:30 WIB

RI Masuk Masa Transisi, PPKM Masih Relevan? Ini Kata Satgas COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di seluruh Indonesia masih terus berlanjut hingga 23 Mei 2022. Namun, masih belum diketahui sampai kapan PPKM ini diterapkan, di tengah masa transisi pandemi ke endemi.

Beberapa orang menilai PPKM sudah tidak relevan diterapkan di tengah tren kasus COVID-19 membaik. Bagaimana tanggapan Satgas COVID-19?

"Prinsipnya, PPKM bukan hanya kegiatan untuk membatasi saja, karena terdapat beberapa level daerah di mana pengaturannya pun beragam. Dari mulai pembatasan tetap sampai pelonggaran aktivitas masyarakat," jelas juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Rabu (18/5/2022).

Menurut Prof Wiku, PPKM masih akan terus diperlukan sebagai bentuk kesiapsiagaan, jika terjadi lagi kondisi kedaruratan di Indonesia. Ia menegaskan PPKM akan terus diberlakukan sampai kondisi COVID-19 sudah terkendali seperlunya.

"Sebagai instrumen pengendalian COVID-19, Presiden Jokowi juga menyampaikan kebijakan PPKM akan diberlakukan sampai COVID-19 dapat dikendalikan sepenuhnya," kata Prof Wiku.

"Hal ini memastikan keselamatan untuk kita semua. Pemerintah akan memberikan informasi secara aktual, jika nantinya akan ada perubahan implementasi kebijakan," pungkasnya.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)