Kamis, 19 Mei 2022 16:31 WIB

CDC Investigasi Biang Kerok Hepatitis Misterius, Sudah Sejauh Mana Temuannya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Closeup saline IV drip for patient and Infusion pump feeding into child patient while she is sleeping on bed in the hospital Foto: Getty Images/iStockphoto/Sasiistock
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat kini menyelidiki 180 anak yang tiba-tiba mengalami hepatitis parah. Kasus tersebut tersebar di 36 negara bagian, bertambah 71 kasus sejak pembaharuan terakhir di awal Mei 2022.

Dikutip dari CNBC, kasus-kasus yang diselidiki CDC diyakini 'tidak biasa' lantaran anak-anak tersebut belum seluruhnya memperoleh hasil tes virus hepatitis A, B, C, D, atau E. Sebagian di antaranya mengalami gejala parah, dengan 9 persen di antaranya sudah membutuhkan transplantasi hati.

CDC telah mencatat setidaknya lima kasus kematian. Mengingat hingga kini penyebab merebaknya hepatitis misterius belum diketahui secara pasti, adenovirus diyakini sebagai salah satu kemungkinan penyebab. Diketahui, adenovirus adalah virus umum yang biasanya menyebabkan gejala seperti pilek atau flu. Adenovirus bukanlah penyebab hepatitis yang umum dialami anak-anak.

Pencarian CDC soal Kaitan Hepatitis Misterius dengan COVID-19

Di samping adenovirus, COVID-19 juga diduga menjadi penyebab merebaknya hepatitis misterius. Untuk itu, CDC juga melakukan tes laboratorium untuk melihat potensi virus Corona sebagai penyebab hepatitis misterius pada anak-anak. Meskipun, anak-anak di klaster awal di Alabama terdeteksi tidak terinfeksi virus Corona.

Lebih lanjut, CDC menyebut hepatitis parah pada anak-anak sebetulnya masih jarang terjadi. Akan tetapi seiring merebaknya hepatitis misterius kini, CDC menegaskan para orang tua untuk mewaspadai gejala berupa kekuningan di kulit atau mata pada anak-anak.



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)