Jumat, 20 Mei 2022 15:00 WIB

Warga +62 Merapat! Satgas IDI Bagikan Kabar Baik soal COVID-19 Pasca Lebaran

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Joko Widodo longgarkan kebijakan penggunaan masker. Diketahui, aturan itu hanya berlaku untuk aktivitas di luar ruangan dengan kondisi tidak padat. Satgas IDI beberkan kabar baik soal tren kasus COVID-19 pasca Lebaran. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Indonesia sepertinya bisa bernapas lega. Setelah dua tahun pandemi COVID-19, berbagai kebijakan mulai dilonggarkan menyusul kasus yang mulai melandai.

Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban mengatakan peluang terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pasca mudik Lebaran pada tahun ini lebih rendah. Hal ini dikarenakan tingkat vaksinasi masyarakat sudah tinggi.

"Sekarang ini yang sudah divaksinasi kan persentasenya tinggi sekali sehingga kekhawatiran itu tetap ada namun tidak besar," katanya dikutip dari ANTARA, Jumat (20/5/2022).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga mengatakan di masa mudik tahun sebelumnya, jumlah warga yang divaksinasi masih rendah sehingga lonjakan kasus COVID-19 terjadi. Kini, sudah banyak yang sudah divaksinasi dua kali.

Walau risiko lonjakan Corona pasca mudik Lebaran rendah, Prof Zubairi mengatakan butuh sekitar dua sampai empat pekan ke depan untuk memastikan kondisi tersebut.

"Mungkin kita perlu menunggu dua sampai empat minggu lagi," ujarnya.



Simak Video "Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Publik, Termasuk Mal?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)