Selasa, 24 Mei 2022 07:38 WIB

Cegah Tindakan Kriminal dalam Perselingkuhan, Ini Tips dari Psikolog Klinis Forensik

Khairunissa Adinda Kinanti - detikHealth
Jakarta -

Membangun komitmen dengan pasangan adalah impian setiap manusia. Untuk bisa memegang teguh komitmen tersebut, harus dijalani oleh kesadaran diri. Ditambah, harus saling menjaga hati satu sama lain agar tidak ada yang merasa dikhianati.

Namun, tidak sedikit pula yang hubungannya kandas dikarenakan terjebak di situasi cinta segitiga. Di mana cinta segitiga adalah kisah asmara yang melibatkan 3 orang. Sebagai pihak yang tersakiti, terkadang ingin melakukan hal yang bisa meluapkan rasa sedih dan dendam yang tertanam di hatinya. Kekerasan fisik bahkan sampai ke tindakan kriminal, kemungkinan bisa terjadi karena berlandaskan kecemburuan.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, menurut Dra. A. Kasandra Putranto selaku Psikolog Klinis Forensik, perlu adanya perhatian terhadap orang-orang yang sedang berada di dalam situasi cinta segitiga.

"Tentu saja setiap orang itu punya keluarga. Sebenarnya kita harus lebih peka terhadap anggota keluarga kita yang memang sedang berada dalam masalah-masalah ini. Apabila bertemu dengan orang-orang yang terlibat cinta segitiga ya sebaiknya langsung mengingatkan. Tapi yang harus diingat bahwa yang harus diingatkan itu adalah pelakunya, jangan ke orang yang diselingkuhi," ungkap Dra. A. Kasandra Putranto dalam program e-Life.

Dra. A. Kasandra juga mengemukakan bahwa harus tetap berhati-hati untuk memberi nasehat kepada pelaku perselingkuhan. Menurutnya, lebih baik jika nasehat diberikan oleh kerabat dekat.

"Kalau kita mau mengingatkan itu juga harus hati-hati. Jangan sampai nanti kemudian malah kita kena sendiri. Alangkah lebih baik ya tentu saja memberi nasehat atau yang mengingatkan adalah orang yang paling dekat. Dalam hal ini mungkin bisa teman atau keluarga (yang mengingatkan)," tegas Dra. A. Kasandra Putranto.

(mjt/mjt)