Rabu, 25 Mei 2022 19:00 WIB

Balas Kritikan Cari Untung, Pfizer Jual Murah Patennya ke 45 Negara Miskin

Firdaus Anwar - detikHealth
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File) Balas kritikan cari untung, pfizer jual murah patennya ke 45 negara miskin. Foto: AP/Virginia Mayo
Jakarta -

Perusahaan farmasi Pfizer berencana menjual murah paten obat dan vaksinnya ke 45 negara miskin. Sebelumnya Pfizer ramai dikritik terlalu mengambil untung di tengah pandemi karena enggan melepas sementara paten vaksin COVID-19-nya.

Ada sebanyak 23 jenis paten yang akan dijual murah ke negara yang sebagian besar dari Afrika dan beberapa dari Asia Tenggara. Paten tersebut mencakup obat atau vaksin untuk penyakit infeksi, kanker, serta penyakit langka lainnya.

"Tapi yang jelas obat antiviral (Paxlovid) akan jadi hal yang sangat bermanfaat untuk mereka," kata Kepala Eksekutif Pfizer, Albert Bourla, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/5/2022).

Paxlovid adalah obat antiviral yang penggunaannya telah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Obat ini disebut bermanfaat untuk menurunkan risiko kematian pada pasien COVID-19 berisiko tinggi.

Albert mengatakan sengaja menjual paten murah daripada memberikan produk yang sudah jadi secara cuma-cuma agar tiap negara yang jadi target bisa memproduksinya sendiri. Negara miskin terutama kerap menghadapi tantangan minimnya sarana atau infrastruktur untuk memproduksi obat sendiri.

"Daripada kami mencuci tangan dan sekedar mengatakan 'ini produk untuk kamu, terserah buat apa,' lebih baik kami memberikan produknya dan juga duduk bersama membantu Anda membangun sistem yang bisa dimanfaatkan," pungkas Albert.



Simak Video "Studi Inggris: Vaksinasi Covid-19 Cegah 20 Juta Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)