ADVERTISEMENT

Selasa, 31 Mei 2022 17:05 WIB

Vaksin COVID-19 Expired Bakal Dimusnahkan, Cakupan Vaksinasi RI Apa Kabar?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini mengungkapkan terdapat vaksin COVID-19 kedaluwarsa yang bakal segera dimusnahkan. Tanpa menyebut jumlah dosis vaksin yang tidak bisa digunakan lagi, Menkes mengakui ada banyak negara maju yang menghibahkan stok vaksin COVID-19 ke Indonesia dalam kondisi masa kedaluwarsanya sudah dekat.

Menanggapi kabar tersebut, epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyebut kedaluwarsa vaksin sebenarnya merupakan hal lumrah. Namun mengingat distribusi vaksin COVID-19 di Indonesia kini belum merata, ditambah masih banyak penduduk yang belum menerima vaksin COVID-19, ia meyakini pembuangan vaksin kedaluwarsa tersebut tak bisa dibenarkan.

"Adanya waste vaksin atau vaksin yang tidak terpakai terbuang itu memang sudah lazim dan harus bisa diprediksi sejak awal. Tapi yang tentu harus menjadi catatan adalah seberapa banyak. Angka 10-20 persen ini di beberapa negara terjadi yang akhirnya terbuang, dengan berbagai hal alasan," ujar Dicky pada detikcom, Selasa (31/5/2022).

"Kalau dalam vaksin yang terbuang ini ada dibedakan dua, ada yang setelah dibuka, ada yang belum. Ini yang harus ada evaluasi tentu dari pemerintah karena kalau sudah dibuka terus ternyata ada yang terbuang nah ini sebetulnya bukan bisa dibenarkan, tapi relatif bisa diterima sebetulnya, walaupun ini juga harus menjadi evaluasi. Misalnya orang ditargetkan tidak terpenuhi, tidak datang," sambungnya.

Jika vaksin kedaluwarsa dalam kondisi ampul vaksin belum dibuka atau kemasan rusak sehingga harus dibuang, Dicky menyorot risiko masalah di manajemen dan administrasi. Bisa jadi, vaksin tersebut terlalu lama tersimpan atau sistem distribusi terlalu birokratis.

Terlebih mengingat, hingga kini masih banyak warga Indonesia yang belum menerima vaksin COVID-19. Tak bisa sembarang dibuang, diperlukan evaluasi dari temuan vaksin COVID-19 kedaluwarsa ini.

"Ini tetap tidak bisa hanya dibuang, tetap harus ada evaluasi. Ini bagus juga dibuka dan sebaiknya publik tahu untuk menjadi perhatian bersama di tengah fakta kebutuhan vaksin yang besar," jelasnya.

"Banyak juga penduduk kita yang belum mendapat vaksinasi, atau bahkan distribusi dianggap belum merata. ini tentu harus jadi catatan dan perbaikan," pungkas Dicky.



Simak Video "Menkes Ungkap Penyebab Kedaluwarsanya Jutaan Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT