ADVERTISEMENT

Rabu, 01 Jun 2022 09:10 WIB

China Laporkan Kasus COVID-19 Subvarian Omicron BA.5 Pertama!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Residents line up for a coronavirus test inside barricaded residential buildings locked down for monitoring following a COVID-19 case detected in the area Monday, March 28, 2022, in Beijing. China began its largest lockdown in two years Monday to conduct mass testing and control a growing outbreak in its largest city of Shanghai as questions are raised about the economic toll of the nations zero-COVID strategy. (AP Photo/Andy Wong) Foto: AP/Andy Wong
Jakarta -

China melaporkan kasus pertama COVID-19 yang disebabkan oleh subvarian Omicron BA.5. Uniknya, subvarian tersebut ditemukan pada orang yang sudah mendapatkan vaksinasi sebanyak 4 kali.

Pasien tersebut didiagnosis terinfeksi subvarian Omicron BA.5 usai tiba di Shanghai dari Uganda pada akhir April lalu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China (CCDC) menyebut pasien berangkat dari Uganda pada 25 April dengan pemberhentian di Belanda dan Korea Selatan, masing-masing pada 26 April dan 27 April.

Selain itu, China juga melaporkan kasus pertama yang disebabkan subvarian Omicron BA.4, BA.2.3, dan BA.2.12.1.

"Jika virus tetap lazim dan menunjukkan karakteristik penularan saat ini, cukup normal bahwa hampir 30.000 nukleotidanya akan memiliki satu atau dua mutasi per bulan, sedangkan galur mutan tidak akan terlalu banyak berubah," kata Jin Dongyan, seorang ahli virus dan profesor dari School of Biomedical Sciences di Universitas Hong Kong, kepada Global Times, dikutip Rabu (1/6/2022).

"Faktanya, tingkat mutasi COVID-19 berada pada level yang rendah dibandingkan dengan virus lain," lanjutnya.

Sebelumnya subvarian Omicron BA.5 pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Februari lalu. Subvarian tersebut telah menyebabkan peningkatan di negara itu dalam beberapa minggu terakhir, bahkan telah menyebar ke 19 negara lainnya selama periode 3 bulan.

"BA.4 dan BA.5 memiliki tiga mutasi asam amino pada protein echinodermata mereka, dibandingkan dengan BA.2. Jadi, WHO juga mengatakan akan terus memantau mereka," pungkas Jin.



Simak Video "4 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT