Obat Skizofrenia Asenapine: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

ADVERTISEMENT

Obat Skizofrenia Asenapine: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 03 Jun 2022 18:46 WIB
A woman opens her mouth for lots of colorful pills on a spoon.
Ilustrasi Asenapine (Foto: iStock)
Jakarta -

Asenapine merupakan obat untuk mengobati skizofrenia atau penyakit yang menyebabkan perubahan persepsi pikiran, dan perilaku. Obat ini berguna untuk meringankan gejala skizofrenia, seperti pemikiran yang menyimpang dan ketidakstabilan emosional.

Obat ini bisa digunakan secara tunggal maupun dengan campuran obat lainnya untuk mengobati gangguan mood atau disebut bipolar.

Asenapine bekerja dengan cara mengembalikan keseimbangan neurotransmitter, yaitu zat alami yang ada di otak. Dengan begitu, gejala seperti halusinasi, perubahan mood atau suasana perasaan dapat mereda.

Dosis Asenapine

Pemberian obat tidak boleh dikurangkan atau dilebihkan. Juga, harus sesuai instruksi dari dokter atau tenaga kerja kesehatan lainnya.

Dosis untuk skizofrenia

  • Dewasa: awalnya diberikan dosis 5 mg, kemudian bisa ditingkatkan menjadi 10 mg setelah 1 minggu

Dosis untuk gangguan bipolar akut

  • Dewasa: awalnya diberikan 5 mg dua kali sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 10 mg dua kali sehari, tergantung pada respon klinis tubuh.

Efek samping Asenapine

Obat Asenapine dapat menyebabkan kantuk yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Apabila sedang menggunakan obat ini, jangan mengemudi atau aktivitas apapun. Selain itu, Asenapine juga memicu efek samping sebagai berikut.

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Muntah
  • Sakit perut atau ketidaknyamanan
  • Sembelit
  • Mulut kering
  • Gangguan pencernaan
  • Penambahan berat badan
  • Nafsu makan meningkat
  • Peningkatan air liur
  • Kelelahan
    Kesulitan menelan
  • Perubahan rasa
  • Kekakuan otot
  • Gerakan lidah atau wajah yang tidak disengaja
  • Jatuh yang tidak disengaja
  • Kecemasan
  • Lekas marah
  • Kesulitan tidur

Beberapa efek samping mungkin memerlukan bantuan medis segera. Di antaranya:

  • Kejang
  • Demam
  • kekakuan otot yang parah
  • Berkeringat
  • Tingkat kesadaran yang rendah
  • Ketidakmampuan untuk tetap diam atau gelisah
  • Gemetar
  • kekakuan otot
  • gerakan melambat
  • bicara cadel

Asenapine juga bisa menyebabkan tekanan darah turun secara tiba-tiba dan mungkin seseorang akan merasa pusing. Bahkan juga bisa menyebabkan sel darah putih menurun.

Aturan pakai Asenapine

Jangan minum obat ini apabila memiliki riwayat alergi. Hindari juga mengkonsumsi alkohol ketika meminum obat Asenapine. Pasalnya, alkohol dapat memperburuk pusing dan kantuk.

Beritahu dokter apabila mengidap penyakit hati kronis karena obat ini kemungkinan tidak cocok dikonsumsi. Begitu juga dengan mereka yang memiliki penyakit demensia. Selain itu, beritahu dokter apabila mengidap kondisi berikut ini.

  • Memiliki riwayat gangguan kejang
  • Pikiran untuk bunuh diri
  • Tekanan darah rendah atau penyakit jantung
  • Gangguan yang mempengaruhi pembuluh darah dan suplai darah ke otak
  • Dehidrasi atau volume darah rendah
  • Diabetes
  • Penyakit Parkinson (penyakit otak yang mempengaruhi gerakan)

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengkonsumsi Asenapine



Simak Video "Bahaya Termakan Love Bombing, Bisa Ragu pada Diri Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT