ADVERTISEMENT

Minggu, 05 Jun 2022 05:37 WIB

Round Up

Sinyal Menguat, Akankah PPKM Dicabut Bulan Agustus?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Akhir pekan dimanfaatkan warga untuk berolahraga atau habiskan waktu bersama keluarga. Kawasan Sudirman-Thamrin pun terpantau cukup ramai di Minggu (29/5) pagi. Pakar mengisyaratkan PPKM bisa saja berakhir bulan Agustus (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Seiring makin melandainya kasus virus Corona COVID-19, sejumlah pelonggaran telah dilakukan. Tes COVID-19 tidak lagi menjadi syarat perjalanan, demikian pula masker tidak lagi wajib untuk aktivitas di luar ruangan.

Namun begitu, PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) masih diterapkan di seluruh wilayah Indonesia meski levelnya terus disesuaikan dan semakin dilonggarkan. Kapan akan benar-benar dicabut atau dihentikan?

Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr Pandu Riono mengisyaratkan bahwa PPKM sudah semakin tidak diperlukan. Pada saatnya, PPKM memang harus diakhiri.

"Namun tidak serta merta hari ini, rencananya paling lambat Agustus," katanya, Senin (30/5/2022).

Pandu mengisyaratkan, PPKM akan lebih dulu diakhiri di beberapa daerah dengan angka kematian rendah, kasus rendah, dan cakupan vaksinasi booster sudah tinggi. Yang pasti, kebijakan tersebut akan memperhatiakn juga kondisi wilayah aglomerasi.

"Misal Jakarta mau dicabut karena bagus, tapi daerah sekitarnya nggak bagus ya nggak jadi dicabut," jelasnya.

Ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai ini sudah menjadi endemiMenkes RI Budi Gunadi Sadikin

Isyarat senada disampaikan juga oleh Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono. Menurutnya, evaluasi rutin terkait perpanjangan PPKM terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan akan diakhiri dalam waktu dekat.

"Mudah-mudahan Agustus (dicabutnya PPKM)," kata dr Dante, di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2022).

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyinggung masa transisi menuju endemi. Menurutnya, sebuah negara tidak bisa memutuskan sendiri bahwa status pandemi akan berakhir.

"Ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai ini sudah menjadi endemi," ujarnya dikutip dari laman resmi Satgas COVID-19, Rabu (1/6/2022).

NEXT: Syarat menuju endemi COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahli: Level PPKM Jadi Payung Strategi Protokol Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT