Mama, Hati-hati Saat "Mengancam" Anak! Ini Dampaknya

ADVERTISEMENT

Mama, Hati-hati Saat "Mengancam" Anak! Ini Dampaknya

Ayunda Septiani - detikHealth
Selasa, 07 Jun 2022 06:55 WIB
Jakarta -

Tidak sedikit orang tua yang mengancam anak jika mereka tidak menuruti nasehat orang tua. Memberi ancaman pada anak seringkali dianggap menjadi cara paling mudah agar mereka mau mengikuti perkataan orang tua.

Sayangnya, pola asuh ini sangat tidak dianjurkan. Sering mengancam anak akan memberi dampak negatif pada buah hati. Alih-alih menjadi penurut, terlalu sering mengancam malah akan membuat anak lebih mengabaikan orang tua.

"Ancaman itu pasti akan ada periode di mana kita harus naikan lagi ancamannya sampai anak merasa ancamannya tidak efektif," kata psikolog klinis anak Ratih Zulhaqqi, SPsi, MPSi dalam program e-life detikcom, Jumat (4/6/2022).

"Anak kecil kalau diancam mungkin takut awalnya, tapi lama-lama dia akan tahu ancamannya levelnya gini doang. Besoknya orang tuanya mencoba lagi, ancamannya naik lagi," sambungnya.

Anak yang terbiasa diancam kemungkinan besar justru akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri, mudah takut, atau sebaliknya cenderung memberontak.

Ratih mengatakan ketika anak sering mendapatkan ancaman, mereka akan menganggap apapun yang dilakukan oleh orang tua serangan. Hal ini biasanya memicu konflik antara anak dan orang tua.

Alih-alih ancaman, orang tua bisa mengenalkan anak pada konsep konsekuensi.

"Kalau yang ditekankan konsekuensi, anak bisa belajar 'oh pilihan saya ini, risikonya ini. semakin kecil usia dia kenal dengan konsekuensi, risikonya pasti semakin kecil," jelas Ratih.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT