ADVERTISEMENT

Selasa, 07 Jun 2022 08:00 WIB

Seluruh Wilayah Sudah PPKM Level 1, Jawa-Bali Bisa WFO 100 Persen!

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Jakarta -

Seiring pembaruan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) periode 7 Juni hingga 4 Juli 2022 yang baru saja ditetapkan pemerintah, kini Jawa Bali sudah level 1 PPKM di seluruh wilayahnya.

Salah satu pembaruan aturannya yakni sistem bekerja dari kantor (WFO) diperbolehkan beroperasi 100 persen.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa dan Bali.

"Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan maksimal 100% (seratus persen) Work From Office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja," tertera dalam instruksi yang diterima detikcom, Selasa (7/6/2022).

Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal menjelaskan di dalam keterangan persnya bahwa dalam perpanjangan PPKM kali ini hanya 1 kabupaten yang masih berada di Level 2.

"Kita patut bersyukur setelah lebih dari 2 tahun berjibaku dengan penanggulangan Covid-19, di perpanjangan Inmendagri kali ini kita lihat kondisinya semakin membaik. Seluruh daerah (128 kabupaten/kota) di Jawa Bali berada di PPKM level 1. Sedangkan untuk daerah di Luar Jawa Bali, 385 kabupaten/kota berada di PPKM level 1, dan hanya 1 kabupaten yaitu Kabupaten Teluk Bintuni yang masih berada di level 2," kata Dirjen Bina Adwil Safrizal dalam keterangan tertulis, Selasa (7/6).

"Serta tidak ada kabupaten/kota baik di Jawa Bali dan di Luar Jawa Bali yang berada di Level 3 dan Level 4," sambungnya.

Namun Safrizal mengimbau agar masyarakat tetap selalu waspada terhadap potensi-potensi yang dapat menyebabkan penularan COVID-19.

"Saya tetap dan selalu menghimbau walaupun relaksasi kebijakan penggunaan masker telah dikeluarkan, masyarakat tetap harus waspada terhadap potensi-potensi yang dapat menyebabkan penularan covid-19," pungkasnya.

(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT