ADVERTISEMENT

Selasa, 07 Jun 2022 11:00 WIB

Eks Bos WHO Beberkan 5 Alasan Status Pandemi COVID-19 Belum Dicabut

Firdaus Anwar - detikHealth
Indonesia dan sejumlah negara lainnya menangguhkan perjalanan dari beberapa negara di Afrika. Hal itu dilakukan imbas munculnya varian Omicron. Ilustrasi pandemi COVID-19. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sebagian pihak mungkin berharap status pandemi COVID-19 sudah bisa dicabut dengan membaiknya kondisi wabah. Keputusan mengubah status pandemi tersebut diketahui dimiliki oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang baru kemudian akan diikuti oleh negara-negara anggotanya.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan setidaknya ada lima alasan kenapa dunia masih berstatus pandemi COVID-19 meski kondisinya membaik. Alasan yang paling pertama adalah masih ada wilayah atau negara yang mengalami peningkatan kasus.

"Sampai akhir Mei 2022 masih ada hampir dari 70 negara di dunia yang kasusnya masih meningkat. Padahal kita tahu prinsip dasarnya, 'no one is safe until everyone is safe', dan 70 adalah sekitar sepertiga dari jumlah negara di dunia," kata Prof Tjandra dalam pesan yang diterima detikcom pada Selasa (7/6/2022).

Alasan berikutnya adalah jumlah tes yang dilakukan dunia mengalami penurunan drastis. Hal ini yang ditakutkan menjadi faktor penyumbang membuat seolah-olah kasus mengalami penurunan.

Alasan ketiga yang dijelaskan Prof Tjandra adalah ketidaktahuan arah perkembangan virus. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, virus COVID-19 bisa saja bermutasi menjadi varian baru yang berpotensi kembali menimbulkan lonjakan.

"Keempat sampai bulan Mei 2022 itu baru ada 57 negara yang sudah memvaksinasi 70 persen atau lebih penduduknya, semua adalah negara dengan penghasilan tinggi. Angka 70 persen itu dihitung berdasar jumlah total penduduk, bukan berdasar target, sehingga Indonesia pun kalau jumlah yang divaksin dibagi jumlah penduduk maka angkanya masih di bawah 70 persen," lanjutnya.

Hal terakhir yang membuat WHO belum mencabut status pandemi adalah karena selama masih adanya penularan membuat potensi kemunculan varian baru akan tetap ada.

"Tentu kita berharap situasi COVID-19 akan dapat terus membaik dan untuk itu kita perlu mengikuti dan menganalisanya secara cermat dari waktu ke waktu. Belum dapat kita abai sekarang ini, walaupun memang situasi sudah jauh lebih baik," pungkas Prof Tjandra.



Simak Video "Muncul Penyakit Menular, Ahli Nilai Aspek Kesehatan Belum Ditingkatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT